Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gempa Hari Ini Mengingatkan Kembali Tentang Gempa Dahsyat di Wonosobo 1924 Silam

Gempa dangkal berkekuatan 2,7 magnitudo mengguncang wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (10/12/2018) malam pukul 20:05:40 WIB.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Warga membaca artikel tentang gempa Wonosobo tahun 1924 di Perpustakaan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa (11/12/2018). 

Tahun 1924, masyarakat Wonosobo digegerkan oleh gempa dahsyat yang datang tanpa permisi.

Saat industri percetakan dan media massa masih jarang, kejadian memilukan ini bahkan berhasil menjadi top news media massa berbahasa asing di era Hindia Belanda.

Tak jauh beda dengan zaman kini, tak semua peristiwa bencana alam di suatu negara kala itu menjadi topik pembicaraan di kancah internasional.

Tetapi gempa Wonosobo mencatatkan sejarahnya sendiri dalam catatan sejarah gempa dunia.

Ini membuktikan, gempa Wonosobo pernah menjadi perhatian dunia kala itu karena kengerian dampak yang ditimbulkan.

Majalah lama berbahasa Belanda “Indie” yang terbit tanggal 7 Januari tahun 1925 menuliskan laporan mengenai gempa di Wonosobo dengan gambaran yang mengerikan.

Terbitan itu menggambarkan penderitaan dan kepanikan masyarakat yang dilanda bencana dahsyat.

Bencana itu menyisakan luapan air mata serta trauma yang membekas lama.

Banyak warga meninggal dengan cara tragis.

Mereka yang selamat harus menanggung duka berkepanjangan, serta trauma yang akan membekas lama.

Tempat tinggal dan harta benda di dalamnya hancur hingga perekonomian lumpuh.

Jurang kemiskinan yang dalam karena penjajahan, bertambah curam akibat gempa yang meluluhlantakkan kehidupan.

“Wilayah Wonosobo di Hindia Belanda dikejutkan oleh teriakan melengking kesakitan dari masyarakat yang semula hidup bahagia berubah menjadi kemalangan, kesusahan dan kemiskinan. Dalam beberapa hari dan beberapa malam semua yang mereka miliki dan sayangi hilang. Sehingga kesedihan dan keputusasaan telah mencengkeram hati mereka. Di daerah padat penduduk, cengkeraman bencana alam tanpa henti. Rumah hancur, ternak mati dan melarikan diri hingga lubang-lubang akibat bencana menelan manusia, hewan, dan desa. Kampung atau jurang runtuh secara ajaib dikepung oleh gempa bumi dalam hitungan detik , sementara banjir melanda. Pemandangan daerah yang padat bangunan rusak. Ya , saat kita menulis ini, sudah dihitung lebih dari 1.000 orang mati,“ demikian laporan itu yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Seorang politisi Hindia Belanda Mr Wijnkoops dalam rapat interpelasi Pemerintah Hindia Belanda pertemuan ke-39 tanggal 17 Desember 1924 menyampaikan empatinya terhadap musibah tersebut.

Ia yang begitu mengagumi keindahan alam pegunungan Wonosobo terkejut dengan bencana alam yang merenggut kecantikan daerah itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved