Menteri Sri Mulyani Bersama Gubernur Ganjar Pranowo Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 10,3 Miliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memusnahakan barang ilegal di Kantor Bea Cukai Jateng-DIY.

Menteri Sri Mulyani Bersama Gubernur Ganjar Pranowo Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 10,3 Miliar
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Menteri Keuangan Sri Mulyani (dua dari kanan) menunjukan barang ilegal sebelum dimusnahkan di kantor baru Bea dan Cukai wilayah Jateng dan DIY, Jalan Ahmad Yani Semarang, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Reporter

Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Bea Cukai Jateng dan DIY memusnahkan barang ilegal hasil penindakan senilai Rp 10,3 miliar di di halaman kantor baru Bea dan Cukai wilayah Jateng dan DIY, Jalan Ahmad Yani Semarang, Rabu (12/12/2018).

Barang ilegal itu terdiri dari 22,4 juta batang rokok ilegal, 1503 bungkus tembakau iris, 688 kilogram etiket, 34 kilo plastik oriented polystyrene, 523 botol minuman keras ilegal, 28 buah alat pemanas, serta 40,9 ribu keping pita cukai.

Pemusnahan barang yang didapat dari penindakan sejak 2015 hingga 2018 itu dilakukan untuk menghilangkan nilai guna barang.

Semuanya kemudian dibakar oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Bea Cukai Siap Bantu Perusahaan untuk Mengurus Sertifikasi AEO

Menteri Keuangan Beri Penghargaan ke Pemkab Tegal Karena Laporan Keuangannya Capai WTP

Dalam paparannya, Sri Mulyani menyampaikan sepanjang tahun 2018 bea cukai khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY telah melakukan Operasi Gempur dan Operasi Gabungan dan berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara kurang lebih Rp55 miliar.

"Rinciannya adalah pelanggaran pita cukai dan rokok ilegal sebesar Rp 20,7 miliar, minuman keras ilegal sebesar Rp779 juta, pelanggaran impor Rp33,8 miliar, serta pelanggaran di bidang ekspor sebesar Rp 528 juta. Penindakan-penindakan tersebut tidak lepas dari sinergi yang dibangun bersama Kodam IV Diponegoro dan Polda Jateng," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan khusus untuk minuman keras ilegal ia menyebut frekuensinya meningkat menjelang akhir tahun.

Peningkatan itu ditengarai karena akan ada banyak pesta pergantian tahun.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved