Pemprov Jateng Optimistis Target Investasi 2018 Tercapai

Hingga triwulan III 2018 total investasi yang sudah masuk mencapai Rp 41,94 triliun.

Pemprov Jateng Optimistis Target Investasi 2018 Tercapai
Tribun Jateng/ Faizal M Affan
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono (baju batik garuda), menerima hadiah wayang kulit dari dalang Ki Warseno Slenk (baju biru) sebelum wayang kulit lakon Karno Tandhing tampil di halaman RRI Semarang, Jumat (30/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis target investasi 2018 sebesar Rp 47,15 triliun bakal tercapai. 

Hingga triwulan III 2018 total investasi yang sudah masuk mencapai Rp 41,94 triliun.

Rinciannya, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) 1,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 21,46 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercapai Rp 20,48 triliun.

"Saya optimistis, karena Pemprov Jateng telah membuat berbagai program yang memudahkan para investor berinvestasi, seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), reformasi peraturan perizinan dan penggunaan sistem Online Single Submission (OSS), Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah, serta program lainnya,” jelas Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sri Puryono, Rabu (12/12/2018).

Menurut Sri Puryono, investasi berperan penting dan strategis untuk menggerakan roda pembangunan.

Dengan banyaknya investasi yang masuk, akan menggerakan perekonomian masyarakat serta membuka kesempatan kerja, sehingga mendukung penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

Ditambahkan, untuk menarik calon investor, tidak cukup dengan mengandalkan ketersediaan tenaga dan upah yang kompetitif.

Namun juga dipengaruhi kinerja pelayanan, regulasi daerah, penyediaan infrastruktur, dan ketersediaan lahan.

Tidak kalah penting adalah kondusivitas daerah karena investor butuh investasinya terjamin, aman, nyaman dan tidak ada kerusuhan yang dapat menyebabkan investasinya terganggu.

Berbagai upaya menarik investor untuk datang ke Jawa Tengah terus dilakukan, salah satunya memperbaiki sarana pendukung investasi, seperti infrastruktur bandara, pelabuhan, jalan tol, perkeretaapian, ketenagalistrikan, dan kawasan industri.

"Untuk infrastruktur industri, Jateng memiliki beberapa kawasan industri eksisting."

"Di antaranya Kawasan Industri Kendal (KIK), Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru (BSB), Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ), dan Jatengland Industrial Park Sayung (JIPS)," ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur pendukung investasi, Pemprov juga menyiapkan SDM yang berkualitas dan lain sebagainya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved