Plh Wali Kota Semarang Perintahkan Lurah Aktif Cek Sampah di Saluran Air dan Sungai

Plh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memerintahkan camat dan lurah di Kota Semarang untuk aktif melakukan pengecekan saluran

Plh Wali Kota Semarang Perintahkan Lurah Aktif Cek Sampah di Saluran Air dan Sungai
Istimewa
Pekerja dari DPU Kota Semarang melakukan pengerukan sampah yang menumpuk di bawah Jembatan Kaligawe. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Plh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memerintahkan camat dan lurah di Kota Semarang untuk aktif melakukan pengecekan dan pengawasan saluran air dan sungai di wilayah masing-masing.

Pengecekan dilakukan untuk memantau adanya penumpukan sampah. Jika ada, ia pun memerintahkan agar sampah di saluran air atau di sungai untuk segera dibersihkan agar tidak menimbulkan penyumbatan dan berakibat banjir.

"Pengalaman banjir di Kaligawe kemarin itu salah satu faktornya karena sampah. Seperti kemarin di sekitar jembatan Kaligawe sebenarnya tidak akan terjadi limpasan kalau tidak banyak sampah. Kita ingin jangan kita membuat sampah terpanjang di dunia," kata Ita, sapaannya, usai memimpin rakor pencegahan bencana yang di hadiri seluruh OPD, Camat dan Lurah se Kota Semarang, di Gedung M Ikhsan, Balai Kota Semarang, Rabu, (12/12/2018).

Untuk membersihkan sampah-sampah yang ada, Wakil Wali Kota Semarang itu meminta 177 lurah di Kota Semarang untuk memberdayakan masyarakat dengan menggalakkan kerja bakti.

Dengan demikian diharapkan muncul kesadaran masyarakat tentang bahaya membuang sampah sembarangan.

"Kami juga meminta seluruh pejabat untuk gencar melakukan sosialisasi bahaya membuang sampah sembarangan," tambahnya.

Ia menyebutkan, data Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, petugas telah mengangkut 250 meter kubik sampah yang dikeruk dari bawah jembatan Kaligawe dalam tiga hari saja.

Jumlah tersebut menunjukan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Sementara terkait dengan penanganan banjir di wilayah Kecamatan Genuk, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana untuk ikut serta dalam pencegahan banjir di sungai-sungai yang saat ini menjadi kewenangan pusat.

"Pemasangan pompa saat ini sudah selesai, dan tanggal 20 sudah bisa dioperasikan, sehingga diharapkan banjir di wilayah Trimulyo, Genuk bisa segera diatasi dan wilayah itu ke depannya terbebas dari banjir," imbuhnya.

Pj Sekda Kota Semarang, Agus Riyanto menambahkan, selain lurah dan camat harus aktif guna pencegahan bencana banjir, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga harus aktif dalam penanggulangan bencana.

Setiap OPD harus turun melakukan penanganan begitu ada kejadian. Ia mencontohkan, jika ada pohon tumbang maka Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) langsung menurunkan petugas membersihkannya.

"Begitu juga OPD lain. Tanpa harus menunggu perintah, harus sudah aktif turun," tambahnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved