Peringati Hari Aids Sedunia, DKK Salatiga Ajak Masyarakat Periksa HIV/AIDS

Kepala DKK Salatiga, Zuraidah mengatakan pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit HIV/Aids

Peringati Hari Aids Sedunia, DKK Salatiga Ajak Masyarakat Periksa HIV/AIDS
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
DKK Kota Salatiga melayani pemeriksaan HIV/Aids untuk masyarakat gratis, Jumat (14/12/18). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga mengajak masyarakat melakukan tes pemeriksaan HIV/Aids dalam Peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di Taman Bendosari Kota Salatiga, Jumat (14/12/18).

Kepala DKK Salatiga, Zuraidah mengatakan pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit HIV/AIDS

"Pemeriksaan seperti ini tidak hanya kami lakukan saat peringatan hari aids. Upaya preventif selalu kami lakukan," ujar Zuraidah.

Menurutnya, upaya preventif pencegahan Hiv/aids di Kota Salatiga sudah bagus. Pihaknya selalu melakukan pencegahan melalui sosialisasi dan pemeriksaan dini, berupa screening Inveksi Menular Sexual (IMS) dan pemeriksaan HIV melalui voluntary conseling and testing (VCT).

Sejak 1994 hingga November 2018, jumlah kasus HIV/Aids mencapai 268 kasus yang terdiri dari 169 kasus laki-laki dan 99 kasus perempuan dengan jumlah kematian sebanyak 68 kasus.

"Kasus HIV/Aids di Kota Salatiga dari tahun ke tahun selalu stagnan. Tahun kemarin ada 18 kasus, tahun ini ada 15 kasus," tambahnya.

Selain pemeriksaan, puncak peringatan Hari Aids sedunia juga dimeriahkan dengan pelepasan tiga burung merpati yang melambangkan bahwa semua pihak tidak akan mendiskriminasi ODHA, tidak ada infeksi baru, dan tidak ada lagi kematian yang disebabkan HIV/AIDS

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto berharap peringatan ini bisa menjadi momentum gerakan masyarakat untuk peduli HIV dan memahami pentingnya melakukan tes HIV sejak awal untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

"Selain itu, juga untuk merubah paradigma negatif masyarakat tentang HIV-AIDS dari penyakit menakutkan," imbuhnya.

Yuliyanto juga mengajak masyarakat untuk bergerak bersama mendorong percepatan penurunan epidemi HIV.

"Apabila ini dilaksanakan dengan baik, maka strategi Temukan Obati Pertahankan (TOP) untuk mencapai eliminasi HIV-AIDS pada tahun 2030 mendatang dapat dicapai," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved