Mural Overpass Manahan, Ini Tema Masing-masing Sisinya

Proyek Overpass Manahan nyaris selesai. Untuk mendukung mempercantik overpass tersebut Pemkot Solo memasang mural

Mural Overpass Manahan, Ini Tema Masing-masing Sisinya
Tribunjateng/akbar hari mukti
Mural di Overpass Manahan Solo, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Proyek Overpass Manahan nyaris selesai. Untuk mendukung mempercantik overpass tersebut Pemkot Solo memasang mural di masing-masing sisinya.

Namun, di setiap sisinya, tema mural berbeda-beda.

Irul Hidayat, salah satu pemural yang ikut menghiasi overpass Manahan mengatakan tiap sisinya berbeda-beda tema mural.

"Ada tiga sisi. Barat Ramayana, sisi timur dekoratif Pandawa saja. Lalu sisi utara ada ekspresi olahraga yang kita gabung dg citra etnik, ada gesang, atlit asal solo dan lainnya," paparnya, Sabtu (15/12/2018).

Menurutnya hal tersebut disesuaikan dengan masyarakat Solo yang mencintai olahraga dan pewayangan. Selain itu juga disesuaikan karakter jalan.

"Sisi barat jalannya melengkung panjang menyempit. Konsep kami bikin gambar naratif agar kendaraan lebih pelan. Untuk konsep kita perhitungkan arus juga, melihat situasi," urai dia.

Ia pun mengemukakan, mural yang ada di Overpass Manahan nantinya tak akan serumit mural di Jalan Gatot Soebroto (Gatsu).

"Kita bermain garis dan bidang. Mencitrakan nuansa cepat, garisnya jelas. Kalau di Gatsu dikonsep statis, orang harus lihat lama agar tahu detailnya. Di Overpass Manahan enggak, jadi sambil lalu saja," urai dia.

Menurutnya target menyelesaikan mural ini adalah pada 20 Desember mendatang. Ia optimis mural akan jadi tepat waktu.

Sementara Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku optimistis pengerjaannya selesai akhir tahun ini.

Pemasangan ornamen mozaik, diakuinya sedikit mengalami keterlambatan karena menunggu rampungnya pengerjaan dinding Overpass Manahan.

"Konsep visual mural adalah tentang kecepatan serta kelancaran arus, sehingga secara umum digambarkan lewat citra komposisi garis dan bidang yang dipadu dengan ornamen," kata Rudy.

Menurutnya tak hanya menyesuaikan dengan tema kawasan Manahan sebagai kawasan olahraga, budaya dan kreativitas pemuda, tapi juga tema identitas Kota Solo secara universal.

"Mural tersebut sebagai sebuah gambaran mengenai Solo masa lalu adalah Solo masa depan," ujar dia. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved