Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Ajak Generasi Milenial Melestarikan Budaya Jawa Tengah

Untuk kali ketujuh Ilmu Komunikasi FTIK Universitas Semarang, menggelar Festival Komukino dengan tema “Jateng Remen”.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Ajak Generasi Milenial Melestarikan Budaya Jawa Tengah
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
sesi workshop dari komunitas kampoeng hompimpa di hutan wisata tinjomoyo, semarang, dalam acara 7th festival komukino 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk kali ketujuh Ilmu Komunikasi FTIK Universitas Semarang, menggelar  Festival Komukino dengan tema “Jateng Remen”.

7th Festival Komukino diadakan pada MInggu (16/12/2018) di Samping Pasar Semarangan, Hutan Wisata Tinjomoyo, Banyumanik, Semarang mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Ketua panitia, Joko Purnomo mengatakan, acara ini merupakan ajang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, tradisi, kuliner, dan menjadi upaya memperkokoh eksistensi kesenian dan kebudayaan lokal, khususnya di Jawa Tengah.

"Dipilihnya Hutan Wisata Tinjomoyo sebagai tempat penyelenggaraan, untuk mengenalkan wisata alam yang ada di Kota Semarang ke masyarakat yang lebih luas. Dipadukan dengan inovasi kuliner dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang dikemas dalam enam eks karesidenan dan
sentuhan kreasi kuliner karya mahasiswa Ilmu Komunikasi, FTIK Universitas Semarang," beber Joko.

Tema “Jateng Remen”, dipilih untuk lebih mendekatkan budaya Jawa Tengah ke generasi muda, dengan kemasan lebih modern dan menyenangkan.

"Dalam acara ini ada beberapa rangkaian kegiatan seperti festival batik, festival jamu, kampoeng dolanan, workshop dari Komunitas Kampoeng Hompimpa, dan talkshow bersama Hanny Nurmalita, Duta Jamu Jawa Tengah 2018," imbuhnya.

Ia menambahkan, ada juga penampilan dari Pohon Bicara, DJ Musik oleh Eleven Lounge, dan Edot Arisna.

Pembeda tahun ini adalah diadakannya Komukino Award, sebagai apresiasi kepada penggiat budaya di Jawa Tengah atas peran aktifnya melestarikan kebudayaan dengan cara yang unik.

"Telah terpilih tiga komunitas penggerak budaya sebagai nominasi Komukino Award. Di antaranya Wayang Beber Tani (komunitas pelestarian wayang beber asal Wonogiri), Rumah Aksara
Wilis Bersaudara, dan Angklung Academy," tuturnya.

Dia berharap dengan diadakan Komukino Award para penggiat dan penggerak budaya lebih semangat menularkan energi positifnya untuk terus konsisten berperan aktif dalam pelestarian budaya.

"Selain itu saya ingin gelaran 7th Festival Komukino bisa menginspirasi generasi muda untuk ikut andil dan terus melestarikan kebudayaan lokal khususnya di Jawa Tengah," tegasnya.

Sebagai informasi, festival Komukino adalah acara tahunan Jurusan Ilmu Komunikasi, FTIK Universitas Semarang. Dengan semangat “Dadi bedo, mikir bedo.”

Ilmu Komunikasi, FTIK Universitas Semarang bertekad menghasilkan lulusan yang bermoral, berkualitas, berkarakter, kompetitif, dan dapat mengikuti perkembangan IPTEK dalam dunia komunikasi sesuai dengan tren internasional.(*)

Penulis: faisal affan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved