Puncak Peringatan Hari HIV/AIDS di Pati, Bupati Haryanto Tanda Tangani Petisi di CFD

Puncak peringatan Hari HIV/AIDS dunia di Kabupaten Pati digelar di depan Makodim Pati, Minggu (16/12/2018) pagi.

Puncak Peringatan Hari HIV/AIDS di Pati, Bupati Haryanto Tanda Tangani Petisi di CFD
TRIBUN JATENG/DWI LAYLA
Penyerahan hadiah pemenang kontes selfi dalam peringatan hari HIV AIDS dunia di Kabupaten Pati. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Puncak peringatan Hari HIV/AIDS dunia di Kabupaten Pati digelar di depan Makodim Pati, Minggu (16/12/2018), pagi.

Pada kegiatan yang bebarengan dengan Car Free Day (CFD) itu, Bupati Pati Haryanto hadir langsung dengan mengayuh sepeda dari Simpang Lima Pati bersama istri.

Dirinya berharap dengan adanya peringatan HIV/AIDS dapat memberi warning kepada semua pihak agar melakukan upaya pencegahan sehingga tidak terdampak.

"Mudah-mudahan dengan adanya Peringatan HIV/AIDS menjadikan kita dapat introspeksi sedini mungkin dan melalukan upaya untuk pencegahan," jelasnya.

Film Spiderman Into The Spider Verse dan Aquaman Tayang di Film Bioskop di Pati Hari Ini

Apalagi mengingat bahwa penyakit ini menurut data statistik tidak menurun, tetapi justru meningkat dengan mayoritas yang menjadi korban adalah ibu rumah tangga.

Sekitar sebanyak 161 orang yang terinfeksi di Kabupaten Pati juga dijelaskannya meninggal.

Bupati Haryanto mendorong untuk orang yang terinfeksi oleh penyakit yang disebabkan virus ini agar selalu berobat rutin.

"Karena yang menyerang adalah virus, jadi kalau dibiarkan dapat semakin cepat dimakan habis oleh virus itu. Satu bulan yang badan masih agak gemuk, maka selisih satu bulan lagi bisa sudah jauh betul kondisinya. Jadi memang harus berobat rutin dan keluarga harus memotivasi," lanjutnya.

Berikut Strategi Wabup Pati untuk Pengembangan BUMDes

Usai menyampaikan sambutan, Bupati Haryanto membubuhkan tanda tangannya untuk petisi Hari AIDS sedunia 2018.

Dalam petisi tersebut mengandung dua poin, yaitu pemerintah harus memastikan setiap warga negara mendapatkan akses komunikasi, informasi dan edukasi yang bersifat kontruktif san komprehensif.

Poin keduanya yaitu mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam rangka pencegahan dan penanggulangan HIV melalui TOP.

TOP sendiri mengandung maksud Tes HIV secara suka rela, Obati dengan ARV sedini mungkin jika terdiagnosa HIV dan Pertahankan Pengobatan untuk mencapai kualitas hidup yang maksimal.

Dandim 0718 Pati dan Wakapolres juga menghadiri kegiatan yang banyak diikuti oleh kawula muda ini.

Selama kegiatan berlangsung, tersedia pula layanan tes mobile VCT atau voluntary counseling and testing, yaitu serangkaian tes untuk mengetahui positif atau negatif mengidap HIV. (*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved