Ada Sistem Rujukan Online BPJS, Dokter FKTP Dituntut Makin Melek Teknologi

Tata aturan sistem rujukan online yang diberlakukan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih pro-kontra

Ada Sistem Rujukan Online BPJS, Dokter FKTP Dituntut Makin Melek Teknologi
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tata aturan sistem rujukan online yang diberlakukan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga saat ini masih pro-kontra.

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Wilayah Jawa Tengah Dr dr Masrifan Djamil, tidak menampik apabila butuh waktu cukup lama agar sistem tersebut dapat dilaksanakan secara optimal di seluruh daerah.

“Soal penyesuaian masih ada beberapa permasalahan dan itu perlu ditata secara bertahap. Tidak bisa langsung begitu saja. Dari beragam hal, yang saat ini masih cukup krusial dan diamini sebagian besar dokter umum adalah terkait teknologi,” tuturnya kepada Tribunjateng.com, Senin (17/12/2018).

Akademisi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Semarang itu menyebutkan, mau tidak mau seluruh dokter umum khususnya yang praktik level fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), harus melek teknologi.

“Ribuan dokter umum di Jawa Tengah misalnya, baik yang praktik di daerah perkotaan maupun pedesaan kini harus melek, kuasai teknologi. Termasuk di dalamnya dalam mengoperasionalkan teknologi itu,” tandasnya.

Dan menurutnya, hal tersebut yang diutarakan sebagian para dokter pada angkatan sebelum 1980 masih menjadi kendala.

Sebab mereka tidak boleh keliru saat menggunakan internet atau sistem tersebut.

“Sebelum memberikan rujukan, sehingga tidak ada kesalahan. Agar tahu juga rumah sakit tujuan rujukannya. Belum lagi soal jaringan internet. Tidak semua daerah 100 persen stabil jaringannya. Itu juga masih jadi kendala,” tutur dr Masrifan.

Dia menyarankan sekaligus berharap, pemerintah terutama BPJS Kesehatan dapat menggelar semacam bimbingan teknis (bimtek) kepada para dokter berkait optimalisasi pemanfaatan teknologi yang semakin menunjang penerapan sistem rujukan online tersebut.

“Sekarang ini memang ada program pemerintah semacam kursus jarak jauh melalui pembacaan website. Ketika dokter tersebut dinyatakan lulus, memperoleh satuan kredit profesi (SKP). Tetapi alangkah baiknya kompetensi berbasis digital itu bisa digenjarkan lagi,” pintanya.

Terakhir, ucapnya, secara umum BPJS Kesehatan sebenarnya semakin membuka peluang terhadap FKTP yang berpeluang.

Sekaligus sebagai pemerataan pelayanan kesehatan.

“Tetapi, nantinya bisa tumpang-tindih jika tidak ada pula pemerataan terkait daya dukung untuk penerapan sistem rujukan online di level FKTP. Bagi pasien atau peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), itu menguntungkan. Persoalan utamanya hanya teknis penerapannya,” bebernya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved