Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Kontraktor Terus Kebut Pekerjaan Proyek Kota Lama Semarang

Memasuki liburan sekolah, Hari Raya Natal, dan Tahun Baru, tentu banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk berwisata.

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2019, Kontraktor Terus Kebut Pekerjaan Proyek Kota Lama Semarang
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Revitalisasi pembangunan Kota Lama di Jalan Letjen Suprapto terus dikebut agar pada malam pergantian tahun baru bisa di lewati, Selasa (18/11). Pemkot Semarang melalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) menganggarkan revitalisasi Kota Lama Rp 200 miliar dari sebelumnya Rp 165 miliar untuk pembangunan di Kota Lama. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki liburan sekolah, Hari Raya Natal, dan Tahun Baru, tentu banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk berwisata.

Satu di antara destinasi wisata Kota Semarang yang bisa menjadi pilihan yakni Kota Lama.

Tetapi, hingga saat ini kawasan yang dikenal dengan Little Netherland ini, masih dalam proses pembangunan infrastuktur.

Site Operational Manager PT Abipraya, Dimas Yudha Pradipta, menjelaskan menjelang akhir tahun ia dan timnya akan segera menyelesaikan infrastruktur yang ada di Jalan Letjen Suprapto.

"Akhir tahun ini yang akan kami kebut adalah Jalan Letjen Suprapto. Karena ini jalan utama kawasan Kota Lama yang disekitarnya terdapat bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta, yang bisa menjadi destinasi wisata masyarakat. Diharapkan sebelum Natal, sepanjang jalan ini sudah selesai digarap," paparnya.

Sampai saat ini, 250 pekerja sudah dikerahkan untuk menggarap infrastruktur yang ada di Kota Lama.

Sedangkan Januari nanti, Dimas akan menambah dua kali lipat pekerja proyek untuk mencapai target bulan Maret 2019 selesai.

"Untuk mempercepat pekerjaan proyek, kami Januari nanti akan menambah jumlah pekerja dua kali lipat dari sebelumnya. Langkah ini dilakukan supaya Maret 2019 sudah rampung," ucap Dimas.

Jika di prosentase, pekerjaan proyek infrastruktur Kota Lama hingga saat ini masih 40%.

Hal ini dikarenakan bulan November lalu ada perubahan desain infrastruktur yang akhirnya berdampak pada molornya pekerjaan.

"Bagaimanapun pagi siang malam akan terus kami kerjakan. Tentu dengan harapan Kota Lama bisa menjadi destinasi wisata yang layak dan nyaman untuk dikunjungi," pungkasnya.(*)

Penulis: faisal affan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved