PKL Barito Karangtempel Ngotot Tidak Akan Pindah Sebelum Infrastruktur Dibangun

Hanya saja, PKL meminta Pemkot Semarang juga berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana infrastruktur yang dijanjikan.

PKL Barito Karangtempel Ngotot Tidak Akan Pindah Sebelum Infrastruktur Dibangun
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Para PKL Barito dari Kelurahan Karangtempel mengadu ke ketua DPRD terkait proses relokasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban Karya Mandiri Karangtempel mendatangi kantor DPRD Kota Semarang, Selasa (18/12/2018).

Para PKL Jalan Barito yang terdampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) itu resah karena diminta segera pindah ke tempat relokasi yaitu di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Ketua Paguyuban PKL Karya Mandiri, Rahmat Yulianto mengatakan, 452 PKL anggota paguyuban sebenarnya berkomitmen mau direlokasi dari Jalan Barito yang sudah puluhan tahun menjadi tempat berjualan.

Hanya saja, PKL meminta Pemkot Semarang juga berkomitmen melengkapi sarana dan prasarana infrastruktur yang dijanjikan.

"Kami sepakat membuat lapak secara mandiri, tapi harus diimbangi pembangunan infrastruktur dari pemkot berupa jalan, drainase, air dan listrik."

"Sehingga tengah Desember ini bisa geser."

"Tapi sampai sekarang belum bisa ditempati karena jalan belum dibangun," kata Yulianto.

Ia mengukapkan, Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang sebenarnya sudah mulai melakukan pembangunan jalan akses masuk pasar relokasi. Akan tetapi hanya 40 persen saja.

Hingga kini, pembangunan jalan tersebut terhenti tidak dilanjutkan lagi.

Halaman
1234
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved