Bupati Asip Kholbihi Berharap Hari Infanteri Dijadikan Momen Mengingat Sejarah

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, berharap Momen Hari Infanteri dijadikan sebagai tolak ukur untuk masyarakat agar tidak melupakan sejarah

Bupati Asip Kholbihi Berharap Hari Infanteri Dijadikan Momen Mengingat Sejarah
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Teaterikal tentara era perjuangan dalam penyambutan rombongan infanteri beranting di alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu (19/12/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, berharap Momen Hari Infanteri dijadikan sebagai tolak ukur untuk masyarakat agar tidak melupakan sejarah.

Dikatakannya, perjuangan yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), tak bisa dianggap sepele karena mempertaruhkan jiwa dan raga.

“Acara ini sebagai pembelajaran untuk masyarakat agar bisa memaknai 19 Desember sebagai tanggal pemersatu rakyat dan TNI,” jelasnya usai menghadiri pemerimaan rombongan Infanteri Beranting di Alun-alun Kajen, Rabu (19/12/2018).

Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih karena Kabupaten Pekalongan sudah dipercaya dan dijadikan untuk lokasi acara.

“Lapangan alun-alun Kajen memiliki luas empat hektar yang bisa dijadikan tempat untuk acara, selain itu acara ini juga untuk mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang memerdekaan negeri ini,” paparnya.

Sementara itu, Irdam Kodam IV Diponegoro, Kolonel Inf Legowo WR Jatmiko menambahkan, 10 etape yang melintasi jalur selatan Jateng diisi oleh 9 pleton setiap etapenya.

“Tanggal 19 Desember 1948 Jenderal Sudirman melakukan gerilya untuk mengusir penjajah, dan hingga saat ini hari tersebut diperingati sebagai hari infanteri,” tuturnya.

Kolonel Legowo menambahkan, pemilihan etape yang finis di Kabupaten Pekalongan karena Pekalongan juga menjadi jalur gerilya Jenderal Sudirman.

“Tepatnya di daerah Wonopringgo, yang menjadi jalur gerilya Jenderal Sudirman. Tahun depan kami akan melaksanakan hal serupa tapi di etape yang berbeda yang dijadikan jalur gerilya mengusir penjajah,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau di tahun politik anggota TNI wajib netral dan membantu rakyat guna mewujudkan kemanunggalan.

“Kami menghimbau anggota TNI wajib netral, jangan sampai memihak dalam tahun tahun politik,” imbuhnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved