Jokowi Sebut Ada Oknum Tokoh Berkasus Jangan Diartikan Kriminalisasi Ulama

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut, oknum ulama yang berkasus hukum jangan diartikan sebagai langkah krimanisasi ulama

Jokowi Sebut Ada Oknum Tokoh Berkasus Jangan Diartikan Kriminalisasi Ulama
Tim Partai Solidaritas Indonesia (PSI)/ Kompas.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam perayaan HUT ke-4 PSI di Jakarta, Minggu (11/11/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, BANGKALAN - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut, oknum tokoh yang berkasus hukum jangan diartikan sebagai langkah krimanisasi ulama.

"Ini jangan sampai karena ada kasus hukum terus yang disampaikan adalah kriminalisasi ulama," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Deklarasi Akbar Ulama Madura Bangkalan, Rabu (19/12/2018), di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Jatim, seperti dikutip Antara.

Ia mencontohkan, ketika ada kasus pemukulan, maka hal itu urusannya akan diserahkan kepada aparat kepolisian.

Jokowi menegaskan, tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang berjalan.

"Misalnya, mohon maaf, kalau ada yang memukuli orang, urusannya dengan polisi bukan dengan saya. Ya mesti seperti itu. Masa mukuli sampai berdarah-darah. Saya sih enggak ngerti.

Mesti polisi bertindak kalau ada kasus hukum seperti itu. Kalau enggak ada kasus lalu dibawa ke hukum, ngomong saya. Kalau ada kasus hukum, ya saya sulit," tuturnya.

Habib Bahar Ditahan Dugaan Kasus Penganiayaan, Fadli Zon: Bukti Kriminalisasi Ulama

Mantan Gubernur DKI itu menambahkan, pesta demokrasi dan perbedaan pilihan memang kerap kali menjadi penyebab terjadinya gesekan dan beda pandangan.

Komentar Mahfud MD Soal Video Dugaan Penganiayaan Habib Bahar bin Smith: Mungkin Latihan Silat

Polisi Ungkap Alasan Tahan Habib Bahar bin Smith, Akan Kabur dan Ganti Nama Jadi Rizal

Selain Habib Bahar Bin Smith, 5 Orang Lainnya Juga Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan

Habib Bahar bin Smith Diperiksa 6 Jam Lebih, Ditahan di Polda Jabar

Oleh karena itu, ia berpesan agar perbedaan pilihan politik tidak kemudian memicu perpecahan.

"Marilah kita jaga persatuan kita, kita jaga ukhuwah Islamiyah kita, wathoniyah kita. Sudah sunatullah kepada Bangsa Indonesia. Jangan sampai ini biasanya ada sedikit gesekan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Ulama Madura untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf yang diselenggarakan atas dukungan Yenny Wahid melalui Konsorsium Kader Gus Dur.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Ulama Berkasus Jangan Diartikan Kriminalisasi"

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved