Lima Pelaku Pengeroyokan di Jalan Anggrek Semarang Buron

Polisi telah menetapkan lima orang yang terlibat pengeroyokan di Jalan Anggrek 5, Semarang Tengah sebagai buronan

Lima Pelaku Pengeroyokan di Jalan Anggrek Semarang Buron
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Yuliana didampingi keluarga dan ketua RW 5 menunjukan bukti laporan ke polisi di rumahnya, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi telah menetapkan lima orang yang terlibat pengeroyokan di Jalan Anggrek 5, Semarang Tengah sebagai buronan.

Hal itu diungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Gargarin Friyandi saat ditemui di kantornya, Rabu (19/12/2018).

Ia menjelaskan saat ini korban yang melapor sudah ada tiga orang. Sementara baru dua tersangka yang ditahan.

Mereka adalah Ananda Ariyo Arianto (18) warga Genuk Karanglo, Candisari dan Fandi Ansyah (33) warga Sumeneban, Kauman, Semarang Tengah.

"Kalau total saat pengeroyokan terjadi memang ada 15 orang, namun tidak semua melakukan pemukulan terhadap tiga korban. Dari barang bukti dan keterangan saksi hanya tujuh orang yang diduga kuat melakukan penganiayaan," terang Gargarin.

Ia menjelaskan ke lima tersangka lainnya yang masih buron berinisial E, PR, D, A dan DL yang semuanya merupakan warga Semarang Utara. Ia memastikan semua buron itu akan segera mereka ringkus untuk menuntaskan berkas pemeriksaan.

Menurut Gargarin, dari data yang ia peroleh dari keterangan pelaku, pengeroyokan terjadi karena kesalahpahaman yang dipicu pengaruh konsumsi miras.

"Awalnya para tersangka ini memang mabuk-mabukan lah ya di dekat lokasi kejadian, lalu salah satu korban yang bernama Aris Munandar lewat mengendarai sepeda motor, mereka yang mabuk itu nggak terima karena merasa korban nggak sopan," terang Gargarin.

Karena dalam pengaruh minuman keras belasan pemuda itu kemudian menggeruduk Aris yang kebetulan saat itu berada di depan sebuah kos di Jalan Anggrek 5. Tanpa basa-basi mereka langsung menghajar pemuda 25 tahun itu.

"Karena ada ribut-ribut, korban ke dua Ibu Yuliana keluar. Lalu dia melihat warung di depan kosnya dalam keadaan acak-acakan, sontak wanita itu teriak maling! Eh malah dihajar juga sama komplotan ini," imbuh Gargarin.

Sama dengan Yuliana, korban ke tiga Catur Pamungkas (31) juga bermaksud meredakan amarah pelaku. Namun ia juga menjadi sasaran baku hantam hingga menderita luka lebam.

Di lain sisi, salah satu korban Aris Munandar menyebut dirinya sudah menyapa dan bertingkah sopan saat lewat dihadapan gerombolan pemabuk itu.

"Saya sudah nyapa kok, nuwun sewu gitu nggak ngegas motor kenceng-kenceng juga," timpal Aris. Hanya saja ia mengakui memang knalpot kendaraannya ia modifikasi hingga memiliki suara yang lebih nyaring. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved