Angkasa Pura I Perpanjang Landasan dan Buat Paralel Taxi Way Bandara Ahmad Yani Semarang

PT Angkasa Pura I akan lakukan perpanjangan landasan dan pembuatan paralel taxi way di bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Angkasa Pura I Perpanjang Landasan dan Buat Paralel Taxi Way Bandara Ahmad Yani Semarang
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Petugas air traffic control (ATC) Airnav Semarang pandu pesawat Kepresidenan saat akan lepas landas di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Kondisi steril setelah dikeluarkan Notice To Airman dari Airnav. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Angkasa Pura I akan lakukan perpanjangan landasan dan pembuatan paralel taxi way di bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Cecep Marga Sonjaya menuturkan perpanjangan landasan dan pembangunan pararel taxi way rencananya akan dilakukan tahun 2019.

Proyek tersebut memanfaatkan lahan milik TNI Angkatan Darat (AD).

"Harus ada addendum kerjasama pemanfaatan lahan (KSP) dengan TNI. Jika sudah ada itu baru dilaksanakan pekerjaan," ujarnya Kamis (20/12/2018).

Bocor di Terminal Bandara Ahmad Yani Diakibatkan Saluran Tersumbat

Cecep mengatakan perpanjangan landasan dan pembangunan paralel taxi way bertujuan untuk mempercepat penerbangan.

Perpanjangan landasan rencananga mengarah ke utara yakni pantai Maron.

"Nanti pasti ada pengurugan di sana," jelasnya.

Menurutnya, kekerasan landasan (PCN) yang ada saat ini baru 56.

Namun kekerasan landasan akan ditambah jika dilakukan perpanjangan dan digunakan untuk pesawat berjenis lebih dari Boeing 737 IR.

"Kalau pesawat berjenis Airbus 330 PCN ditambah menjadi 100," ujarnya.

AP I Masih Menerima Maskapai Penerbangan Tambah Rute Baru di Bandara Ahmad Yani Semarang

Ia menuturkan di tahun 2019 proyek tersebut sudah disetujui perubahan masterplan dari Kememeterian Perhubungan.

Masterplan tersebut tidak hanya struktur melainkan diantaranya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"Kalau sudah selesai baru bisa dikerjakan," pungkasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved