Breaking News:

Dua Dalang Universitas Negeri Semarang Refleksikan Akhir Tahun 2018 di Kampung Budaya

Unnes Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang menyelenggarakan pagelaran wayang kulit sebagai bagian cara merefleksikan

Penulis: deni setiawan | Editor: suharno
TRIBUNJATENG/ YASMINE AULIA
Pementasan wayang kulit di Bali Ndeso Resto, Karanganyar yang juga dihadiri Bupati Juliyatmono dan jajaran OPD, Minggu (16/9/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang menyelenggarakan pagelaran wayang kulit sebagai bagian cara merefleksikan akhir 2018.

Kegiatan tersebut digelar di Kampung Budaya Unnes, Kamis (20/12/2018) pagi.

Menurut Staf Bagian Humas Unnes Setyo Yuwono, ada dua dalang yang akan tampil menyuguhkan lakon Sastra Jendra.

Yakni Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes Widodo dan mahasiswa Prodi Sastra Jawa FBS Unnes Sindu Linguistika Manumanasa.

Unnes Buka Prodi Farmasi di 2019/2020

Ditemukan Mayat di Pintu Air Bendungan Plered  Barusari, Diduga Mahasiswa Unnes yang Hanyut

"Refleksi akhir tahun tersebut adalah agenda rutin universitas. Itu bagian dari visi Unnes sebagai Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional. Kegiatan besok dimulai pukul 08.00. Terbuka untuk umum," ucap Setyo kepada Tribunjateng.com, Rabu (19/12/2018).

Sebagai informasi, lanjutnya, berdasarkan referensi yang diperolehnya, lakon Sastra Jendra berisi tentang amanah dimana manusia seyogyanya memiliki ilmu dan senantiasa mau mendekatkan diri pada Yang Mahakuasa.

"Tujuannya adalah agar selamat dan baik. Adapun intisarinya adalah pungkas pungkasaning kawruh. Ujung dari segala ilmu pengetahuan atau tingkat setinggi-tingginya ilmu yang bisa dicapai manusia," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved