FPKB Minta Ponpes-Madrasah Harus Masuk Isu Utama dalam RPJMD Jateng

Pondok pesantren dan Madrasah harus masuk dalam isu utama pembangunan pendidikan di Jawa Tengah.

FPKB Minta Ponpes-Madrasah Harus Masuk Isu Utama dalam RPJMD Jateng
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Suasana pembelajaran di Madrasah Diniyah Miftahul Jannah Cingebul, Lumbir Banyumas. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pondok pesantren dan Madrasah harus masuk dalam isu utama pembangunan pendidikan di Jawa Tengah.

Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Tengah Muh Zen Adv mengatakan, hal ini untuk menjawab problematika dan tantangan pendidikan di provinsi ini.

"FKPB sekali lagi perlu menyampaikan pentingnya mainstreaming lembaga pesantren dan Madrasah untuk menjawab problematika dan tantangan pendidikan di Jawa Tengah," ujarnya saat membacakan pemandangan umum FPKB DPRD Jateng terhadap penjelasan Gubernur atas Raperda tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2018-2023, Kamis (20/12/2018).

Presiden Joko Widodo: Ayo Coba Tol Dari Merak-Pasuruan, Ada Yang Gratis

Apalagi, kata Zen, RPJMD juga mengakui bahwa di kalangan siswa terlihat adanya kecenderungan semakin lunturnya wawasan kebangsaan, nasionalisme dan budi pekerti di kalangan siswa.

"Karena pesantren dan madrasalah lah satu-satunya lembaga pendidikan yang sejak pra-kemerdekaan dirancang untuk mendidik akhlakul karimah. Yang oleh pendidikan sekarang diberikan istilah sebagai materi budi pekerti guna merajut watak saling menghormati, toleransi terhadap kebhinekaan, peduli sesama yang menjadi dasar pembangunan watak bangsa," jelas anggota Komisi E ini.

Muh Zen menambahkan, FPKB secara umum sepakat dengan eksekutif yang di RPJMD ini menyatakan bahwa permasalahan dalam pembangunan pendidikan adalah belum optimalnya ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian dalam penyelenggaraan pendidikan.

Zen menambahkan, angka partisipasi murni (APM) SD/MI/SDLB maupun SMP/MTs/SMPLB baru mencapai 98,30. Artinya capaian ini masih belum mencapai target MDGs dan pendidikan untuk semua (Education for All) sebesar 100% pada tahun 2015.

Markas Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Dipindah ke Solo, Ini Tanggapan DPD PDI Perjuangan Jateng

"Pada jenjang pendidikan menengah, APK SMA/MA/SMK baru mencapai 67%, karenanya perlu ditingkatkan untuk mendukung program pendidikan menengah universal dan wajib belajar 12 tahun dengan target pada tahun 2018 sebesar 80%," tegasnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng M Hendri Wicaksono menambahkan, selain itu, belum memasyarakatnya pendidikan non formal sebagai alternatif pendidikan formal merupakan permasalahan dan tantangan yang perlu diupayakan penyelesaiannya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved