Ribuan Santri Ikuti Muhasabah Wat Tarbiyah di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Semarang

Ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes menjelang libur panjang semester gasal, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi.

Ribuan Santri Ikuti Muhasabah Wat Tarbiyah di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Semarang
IST
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi KH. Masruchan Bisri memberikan arahan dan nasihat kepada para santri menjelang libur panjang semester gasal, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. 

Hendaknya setiap orang mukmin, memiliki sifat-sifat terpuji dan mulia yang telah digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam beberapa haditsnya, jangan malah sebaliknya, yakni saling membenci, saling mencaci, saling mendengki, dsb.

Nabi bersabda , yang artinya :” Hati-hatilah kalian dari hasud/dengki, karena sesungguhnya hasud/dengki itu memakan (menghancurkan ) kebaikan, sebagaimana api memakan kayu bakar atau semak belukar “. (HR. Bukhori-Muslim)

Orang yang selalu beribadah, akan tetapi hatinya dipenuhi dengan rasa dengki kepada orang lain, maka pahala ibadahnya akan hilang dan akan diberikan kepada orang yang di hasudi, oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk menghilangkan rasa dengki dan mau menerima serta menghargai keberhasilan orang lain.

  3. Senantiasa mendirikan sholat

Umat Nabi Muhammad SAW yang sejati, pasti tidak akan pernah meninggalkan sholat, karena sholat merupakan tiang agama, sholat merupakan pembeda antara orang mukmin dan orang kafir.

Sholat merupakan perisai untuk menangkal perbuatan keji dan mungkar. Sholat adalah amal yang akan dihisab pertama kali pada hari kiyamat dan akan menjadi penentu bagi amal ibadah lainnya, jika sholatnya baik dan diterima, maka seluruh amal yang lain ikut baik dan diterima.

  4. Semua amal perbuatannya ditujukan untuk mencari anugerah dan ridho Allah SWT

Umat Nabi Muhammad SAW setiap kali akan melakukan suatu perbuatan, maka tidak akan melupakan niat yang baik, karena semua amal itu tergantung kepada niatnya, baik buruknya, diterima atau tidaknya.

Seorang petani, pedagang, pegawai, dll, meskipun pekerjaan yang mereka kerjakan bersifat duniawi (amal dunia), apabila diniati dengan niat yang baik, misal : niat mencari rejeki/nafkah untuk memenuhi kewajiban, maka amal ( pekerjaan ) tersebut akan menjadi amal ukhrowi ( bernilai ibadah ).

Dan sebaliknya, sholat, ,membaca Al Qur`an, tabligh, dsb, apabila niatnya buruk, seperti : supaya dianggap orang khusyu`, ingin tenar dan sejenisnya,  maka tidak ada artinya disisi Allah ( tidak ada nilai ibadahnya ).

Halaman
1234
Penulis: Abduh Imanulhaq
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved