Ribuan Santri Ikuti Muhasabah Wat Tarbiyah di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Semarang

Ribuan santri mendengarkan nasihat dan arahan pengasuh ponpes menjelang libur panjang semester gasal, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi.

Ribuan Santri Ikuti Muhasabah Wat Tarbiyah di Ponpes Askhabul Kahfi Mijen Semarang
IST
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi KH. Masruchan Bisri memberikan arahan dan nasihat kepada para santri menjelang libur panjang semester gasal, di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. 

Sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadits, yang artinya : “ Banyak amal perbuatan yang berupa amal dunia, disebabkan niat yang baik, maka amal itu akan menjadi amal akherat ( berpahala ) dan banyak amal yang berupa amal akherat, disebabkan buruknya niat, maka amal itu akan menjadi amal dunia ( tidak akan mendapat pahala)”.

  5. Terdapat tanda-tanda bekas sujud di raut mukanya

Kata وُجُوْه yang terdapat dalam kalimat فِىْ وُجُوْهِهِمْ adalah jama` taksir dari isim mufrod وَجْهٌ yang artinya raut muka, yang terdiri dari: dahi, hidung, pipi, dan lainnya.

Dan tanda bekas sujud terdapat di raut muka  (وَجْهٌ) bukan pada salah satu bagian muka (عُضْوٌ مِنَ الْوَجْهِ). Kata Assujud (اَلسُّجُوْد) dalam kalimat مِنْ اَثَرِالسُّجُوْد adalah majaz mursal min ithlaqil juz wa irodatil kul (مَجَزْ مُرْسَلْ مِنْ اِطْلاَقِ الْجُزْوَاِرَاَدَةِالْكُل  ), diungkapkan sebagian tetapi yang dimaksud adalah keseluruhan.

Dalam hal ini berarti, kata sujud maknanya adalah sholat. Sujud adalah bagian daripada rukun sholat dan merupakan rukun yang paling agung (اَعْظَمُ الْاَرْكَانْ).

Dijelaskan dalam kitab Tafsir Al Munir juz 13 hal. 536, bahwa yang dimaksud اَثَرِالسُّجُوْد ( bekas sujud) : وُجُوْدٌالنُّوْرِوَالْبَهَاءِوَالْوِقَارِفِيْ الْوَجْهِ وَالسُّمْتِ الْحَسَنِ وَالْخُشُوْعِ,

artinya: “Adanya sinar, keanggunan/keteduhan, ketenangan yang memancar pada raut muka, serta penampilan yang baik dan khusyu`”. Sholat yang dilakukan dengan baik, benar menurut syariat, khusyu` dan ikhlas, maka sholatnya akan membekas, dan bekasnya akan terlihat di raut mukanya, wajahnya nampak bersinar, anggun, tenang dan bersahaja.

Tidak semua orang yang sudah menjalankan sholat mampu menciptakan اَثَرِالسُّجُوْد ( bekas sujud ) dan juga tidak semua orang bisa menangkap dan melihat bekas sujud yang terdapat pada raut muka seseorang.

Meski demikian, kita tidak usah risau dan repot-repot untuk membuat tanda bekas sujud sendiri, karena yang seperti ini kebanyakan ulama` ingkar, sebab dikhawatirkan akan menimbulkan sifat riya` dan nifaq, yang kedua sifat ini akan menghapuskan pahala ibadah.

Namun yang terpenting bagi kita adalah, kita selalu melaksanakan sholat secara istiqomah, memenuhi syarat-syaratnya yang berjumlah 4, menjalankan semua rukun-rukunya yang berjumlah 17, serta ditambah dengan sunnah-sunnahnya, dan disertai dengan khudhur, khudhu`, khusyu` dan ikhlas, maka dengan cara seperti ini akan muncul dengan sendirinya bekas sujud di raut muka yang kita inginkan bersama.

Halaman
1234
Penulis: Abduh Imanulhaq
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved