185 Orang Meninggal di Jalan Raya Kota Semarang Tahun Ini, Terbanyak di Mangkang

Hingga 25 Desember 2018 ini, tercatat sudah ada 1.005 laporan kecelakaan. Pada tahun lalu unit laka hanya mencatat 936 kejadian.

185 Orang Meninggal di Jalan Raya Kota Semarang Tahun Ini, Terbanyak di Mangkang
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menunjukan data kecelakaan selama tahun 2018 di pos polisi Simpang Lima Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka peristiwa kecelakaan di Kota Semarang di 2018 meningkat dibanding 2017 lalu.

Hingga 25 Desember 2018 ini, tercatat sudah ada 1.005 laporan kecelakaan. Pada tahun lalu unit laka hanya mencatat 936 kejadian.

Meski demikian jumlah korban meninggal pada tahun ini menurun. Jika pada tahun lalu ada 211 korban meninggal dunia di jalan, hingga saat ini baru tercatat 185 orang korban meninggal.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan banyaknya laporan pada tahun ini salah satunya dipengaruhi oleh kerjasama Polri bersama BPJS.

"Jadi memang pada Oktober tahun ini ada kerjasama dimana semua kecelakaan baik itu yang tunggal atau tidak bisa dilayani dengan BPJS asal ada surat laporan kecelakaan dari kepolisian," terang Ardi saat ditemui di Pos Polisi Simpang Lima Semarang, Rabu (26/12/2018).

Ia menyebut, dari kerjasama itu maka mereka yang terlibat laka tunggal kemudian berbondong-bondong membuat laporan kecelakaan.

Bahkan Ardi mengungkap ada orang yang baru melapor setelah dua minggu kecelakaan terjadi.

"Ya mungkin saat melihat biaya pengobatan tidak sedikit dan tahu bisa dicover BPJS mereka langsung buat laporan. Tapi ndak papa tetap kami layani asal memang ada saksi-saksi dan barang buktinya," terang Ardi lebih lanjut.

Meski angka kecelakaan bertambah banyak namun ia bersyukur bisa menekan angka kematian di jalan. Dari angka 211 orang meninggal dunia turun hingga ke angka 185.

Ia memastikan masih akan bekerja keras untuk menekan angka tersebut di tahun berikutnya. Caranya dengan mengajak instansi lain dalam forum lalulintas untuk melengkapi prasarana jalan.

Dari pengamatannya, kecelakaan yang sering memakan korban meninggal terjadi di sepanjang jalan wilayah Mangkang hingga Krapyak.

"Memang di sana paling rawan, rata-rata korban meninggal adalah pengendara sepeda motor yang berbenturan dengan kendaraan besar. Makanya saya ingin sekali ada kanalisasi jalan di sana," ucap Ardi lebih lanjut.

Ia menyebut dengan kanalisasi maka jalur sepeda motor dengan kendaraan besar akan dipisah. Dengan begitu kontak langsung antar keduanya bisa diminimalisir.

"Karena sebenarnya sepeda motor itu kalau jatuh saja korbannya ndak akan sampai meninggal. Namun ketika kemudian disambar truk atau jatuhnya tepat di bawah truk atau bus pasti akibatnya akan fatal," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved