Liputan Khusus

BISNIS ONLINE: Menguak Geliat Bisnis Endorse Selebgram Kota Semarang

Bukan hanya artis atau penyanyi terkenal yang meraup keuntungan melalui endorse, warga biasa atau mahasiswa pun bisa mendulang rupiah

BISNIS ONLINE: Menguak Geliat Bisnis Endorse Selebgram Kota Semarang
TechCrunch
Ilustrasi Logo Instagram Walkie-Talkie. 

Barulah di tahun 2015 ia mulai mematok tarif, hal tersebut dilakukannya karena mengikuti jejak teman-teman selebgram yang lain. Setiap kali upload foto, Ananing pasang harga Rp 150 ribu, sedangkan untuk instastory dihargai Rp 80 ribu.

Menurutnya, rata-rata selebgram di Kota Semarang memasang tarif yang sama seperti dirinya. Namun ada juga yang berani memasang harga lebih tinggi atau bahkan lebih rendah, hal tersebut diserahkan kepada masing-masing selebgram atau pemilik akun.

Promosi yang dilakukannya saat ini sebatas cantumkan tawaran jasa endorse di biodata akun instagram. Di sana tertuliskan, alamat line dan email agar pemilik brand sewaktu-waktu dapat dengan mudah menghubungi. Namun ada juga yang sampai membuat brosur untuk kemudian disebarluaskan melalui medsos.

“Paling sering tawaran masuk lewat DM Insagram, untuk kontennya biasa buat sendiri tapi sebelum foto tersebut aku upload, aku selalu laporkan dulu beberapa foto beserta caption gambar agar tidak terjadi kesalahan,” ujarnya.

Ananing mengungkapkan, tidak semua kolaborasi dibandrol dengan uang. Terkadang cukup dengan barang yang hedak dipromosikan, asalkan produk tersebut memiliki harga jual yang cukup tinggi atau sepadan.

“Seperti misalnya baru-baru ini aku dikontrak satu tahun dengan klinik kecantikan. Bentuk kerjasamanya tidak diberikan uang tapi aku setiap bulan sekali bisa treatmen gratis di klinik kecantikan tersebut, saya pikir sepadan karena tarif treatmen di sana cukup mahal, hingga jutaan rupiah,” ujarnya.

Demikian juga disampaikan influencer lain, Herliansa Chrisnasari Puspita. Sepengetahunnya, kerjasama antara brand dan selebgram cenderung fleksibel dan tidak melulu soal besaran rupiah. Pemilik akun instagram @herliansaalsa ini mengaku sudah setahun menggeluti profesi ini.

Namun pekerjaan sebagai selebgram dilakukannya sebatas sambilan di tengah kesibukannya menjadi model, MC, dan make up artis. Untuk satu kali upload foto, mantan Denok Semarang 2017 ini membandrol harga Rp 150 ribu.

Lain halnya dengan, Ola Maria yang telah menjadikan influencer sebagai profesi utama. Awalnya, dua tahun lalu ia mamasang tarif Rp 50 ribu untuk sekali unggahan foto, namun perlahan naik dan kini menjadi Rp 250 ribu. Sedangkan untuk event dirinya memasang harga mulai Rp 1 juta.

Dijelaskannya, selain tawaran endorse biasa, para selebgram terkadang juga diundang di sebuah perusahaan untuk menghadiri event. Di sana mereka diminta secara langsung mempromosikan acara, baik lewat foto, instastory maupun live story. Karena waktu yang terikat dan cenderung lama, para influencer mamasang tarif lebih mahal.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved