Liputan Khusus

BISNIS ONLINE: Menguak Geliat Bisnis Endorse Selebgram Kota Semarang

Bukan hanya artis atau penyanyi terkenal yang meraup keuntungan melalui endorse, warga biasa atau mahasiswa pun bisa mendulang rupiah

BISNIS ONLINE: Menguak Geliat Bisnis Endorse Selebgram Kota Semarang
TechCrunch
Ilustrasi Logo Instagram Walkie-Talkie. 

Jika dibanding kota lain, menurutnya harga selebgram Semarang cenderung lebih murah. Meski memiliki jumlah followers yang sama, influencer dari Jakarta, Jogja, dan kota besar lain berani mematok tarif dua kali lipat lebih mahal.

MenurUTnya sejauh ini konsumen yang paling sering menggunakan jasa selebgram berasal dari kalangan online shop. Ada juga dari brand kenamaan meski jumlahnya masih sedikit.

Sementara itu, pemilik akun instagram @agnesyi bercerita, di Semarang atau mungkin di daerah lain jumlah followers tidak menjamin murah atau mahalnya jasa endors. Terkadang ada juga meski telah memilki jumlah pengikut insagram lebih dari 40 ribu tetap memasang tarif puluhan ribu rupiah sekali upload foto. Sebaliknya ada juga yang meski followersnya sedikit tetap berani memasang harga mahal.

Hal tersebut tergantung target yang ingin dicapai sebuah brand atau pemberi jasa endors. Ada juga perusahaan yang mementingkan kualitas bukan kuantitas.

Mereka memilih selebgram bukan berdasarkan seberapa banyak jumlah followers tapi lebih pada sosok di balik akun tersebut. Sehingga terkadang ada yang meski influenser memiliki pengikut sedikit tetap menerima bayaran yang justru bisa lebih mahal.

Konten serta servis yang diberikan juga mempengaruhi harga jual seorang konten kreator. Jika hasil olahan foto yang diberikan menarik, serta memuaskan maka mereka yang memiliki jumlah pengikut sedikit tidak perlu takut kalah bersaing.

Perlu diketahui, di kalangan selebgram Semarang, wanita yang akrab disapa Cik Agnes ini memiliki jam terbang yang cukup diperhitungkan. Dirinya tahu betul bagaimana geliat layar bisnis selebgram Kota Semarang. Dijelaskannya bahwa, masih rendahnya harga jasa endorse selebgram Semarang dibanding kota lain karena memang daerah ini belum begitu diperhitungkan bagi kalangan brand atau pemberi jasa.

Untuk satu kali upload foto ia memasang tarif Rp 500 ribu, harga tersebut berada di atas rata-rata tarif pasaran selebgram Semarang yang berkisar Rp150 ribuan. Dalam sebulan Agnes mengaku bisa mengantongi uang hingga dua kali UMR Semarang hanya lewat instagram.

Ia mengungkapkan, dalam mengendors sebuah produk ia juga tidak asal-asalan dan cenderung selektif. Hal tersebut dilakukannya untuk menjaga para followersnya supaya tidak kecewa. Dalam memilih produk dirinya lebih menyasar brand-brand terkenal.

“Aku juga selalu bilang kepada pengendors, sebelum mempromosikan produknya aku lebih dulu mencoba. Setelah itu aku review sejujur-jujurnya. Selain itu saat pengambilan foto juga selalu saya usahakan mencari tempat yang bagus, nggak mau aku kalau hanya di rumah foto selfie sambil nunjukkan produk. Konten seperti itu saya pertahankan sampai sekarang,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved