KESAKSIAN: 25 Mahasiswa Undip Lolos Setelah Terjebak Tsunami Banten di Pulau Legundi Lampung

Dari kesaksian mereka saat munculnya gelombang pasang tsunami, puluhan mahasiswa tersebut sedang menggelar rapat –breafing

KESAKSIAN: 25 Mahasiswa Undip Lolos Setelah Terjebak Tsunami Banten  di Pulau Legundi Lampung
via kemenko kemaritiman
Citra Satelit tebing Anak Gunung Krakatau longsor dan dipastikan jadi penyebab utama tsunami yang melanda Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sekitar 25 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FKIP Undip) Semarang menjadi korban terdampak tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) petang.

Syukur Alhamdulillah, puluhan mahasiswa yang merupakan Tim Ekspedisi Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran Lampung tersebut dalam kondisi selamat. Mereka sempat terjebak usai peristiwa bencana di Selat Sunda tersebut.

Sesuai keterangan yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (26/12/2018), Kepala Humas dan Media Undip Nuswantoro Dwiwarno menyampaikan, mereka telah tergabung dalam Ekspedisi Dwipantara UKSA 387 Undip, Ekspedisi Thalassina Unit Kegiatan Mahasiswa Sea Crest FPIK Undip.

“Arcadia Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Universitas Lampung (Unila) Lampung itu sebenarnya untuk mempersiapkan menjadikan Pulau Legundi, yang berada di lepas Selat Legundi itu sebagai Desa Wisata Bahari,” terangnya.

Puluhan mahasiswa tersebut tiba di Pulau Legundi pada Kamis (20/12/2018). Mereka berada di sana dijadwalkan hingga Minggu (30/12/2018) mendatang.

Selama 2 hari sebelum kejadian, puluhan mahasiswa tersebut telah menggelar beberapa kegiatan.

“Satu di antaranya adalah survei sumber daya alam pesisir. Yang datang kala itu baru mahasiswa Undip Semarang. Sedangkan dua perguruan tinggi lainnya terjadwal pada Senin (24/12/2018). Kegiatan mereka di sana atas undangan pihak desa setempat,” terangnya.

Dari kesaksian mereka saat munculnya gelombang pasang tsunami, puluhan mahasiswa tersebut sedang menggelar rapat –breafing—harian untuk mempersiapkan kegiatan di hari berikutnya.

“Kejadiannya Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.30. Gelombang pasang itu ditandai suara gemuruh yang bersumber awal dari laut.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved