Breaking News:

Lantik 33 Kades, Bupati Asip Tegaskan Jabatan Bukan untuk Tingkatkan Status Sosial, Tapi Melayani

Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, melantik 33 (tiga puluh tiga) kepala desa periode 2018-2024 hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak

Editor: m nur huda
Istimewa
Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, melantik 33 (tiga puluh tiga) kepala desa periode 2018-2024 hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tanggal 21 Nopember 2018 lalu, Rabu (26/12/2018) di pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan di Kajen. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, melantik 33 (tiga puluh tiga) kepala desa periode 2018-2024 hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 21 Nopember 2018 lalu, Rabu (26/12/2018), di pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan di Kajen.

Para kepala desa tersebut nantinya akan bertugas melayani masyarakat selama enam tahun ke depan.

 Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Arini Harimurti, Ketua DPRD Hindun, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Ridha, perwakilan Polres Pekalongan, Kejari Kajen, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri Pekalongan.

Tampak pula Sekda Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, Staf Ahli Bupati dan para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan serta tamu keluarga para Kepala Desa yang dilantik.

Dalam sambutan Bupati Asip Kholbihi, menegaskan amanah masyarakat wajib diwujudkan dengan kerja nyata.

Selain itu, keterbukaan informasi menjadi pedoman mutlak, untuk mewujutkan pemerintahan transparan dan dipercaya masyarakat.

“Anggaran dana desa dari pemerintah pusat 2018 mencapai Rp 227 miliar, dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemkab mencapai Rp 103 miliar. Sementara untuk dana desa tahun mendatang mencapai Rp 259 miliar dan ADD Rp 130 miliar. Besaran dana tersebut harus dimanfaatkan betul-betul,” jelasnya.

Bupati menuturkan, kepala desa yang sudah dipilih bukan untuk meningkatkan status sosial, tapi untuk menjadi eksekutor atau pelaksana amanah masyarakat.

“Jadi tidak ada alasan untuk meningkatkan kemajuan desa, karena dana desa sudah ditambah tiap tahunnya. Jika ada warga yang terlantar dan tidak bisa makan, akan kami potong dana desanya 10 persen.

Selain itu pemerintah desa harus melakukan revitalisasi organisasi agar lebih solid, karena kunci dari keberhasilan kemajuan adalah kebersamaan,” ujarnya.

Bupati Asip berpesan, para kepala desa yang dilantik harus bisa memetakan potensi desa, serta melakukan konsulidasi bersama masyarakat dengan menjujung tinggi etika lokal.

“Untuk kepala desa lama, kami berharap dapat mendukung progran kerja kepala desa yang baru, dan selalu melakukan koordinasi untuk kemajuan desa,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved