Menengok Nasib Pengungsi Anak Uighur di Turki

Senin (24/12), Tim SOS untuk Uighur I - ACT menyapa pengungsi anak Uighur yang tengah belajar di sebuah asrama berlantai lima.

Menengok Nasib Pengungsi Anak Uighur di Turki
ACT
Senin (24/12), Tim SOS untuk Uighur I - ACT menyapa pengungsi anak Uighur yang tengah belajar di sebuah asrama berlantai lima. 

Tidak hanya di Turki, diaspora Uighur lainnya juga menyebar di wilayah yang berdekatan dengan Cina, seperti Kazakhstan, Kirgistan, dan Uzbekistan.

“Lulusan” kamp konsentrasi

Sambil memperlihatkan aktivitas belajar mengajar di ruang kelas itu, Ayse menceritakan keprihatinannya terhadap sejumlah murid.

Sebagian dari mereka tidak bisa lagi berhubungan dengan orang tua masing-masing.

“Paspor orang tua mereka dicabut, atau bahkan ada yang harus masuk kamp konsentrasi,” ungkap Ayse, membenarkan keberadaan kamp konsentrasi tersebut di Cina.

Pernyataan itu juga diamini oleh masyarakat Uighur yang bermukim di Turki.

Bahkan, sebagian di antara mereka merupakan “lulusan” dari kamp tersebut.

Mereka mengaku kerap mengalami penyiksaan, tekanan, interogasi, dan bentuk intimidasi lainnya.

Pasang surut krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur telah terjadi puluhan tahun silam.

Krisis semakin memuncak dengan adanya pembatasan HAM terhadap masyarakat Uighur, seperti pelarangan untuk beribadah.

Halaman
1234
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved