Minggu, 24 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkab Pati Launching Empat Aplikasi Penerimaan Retribusi Daerah

Pemerintah Kabupaten Pati launching empat aplikasi sekaligus guna meningkatkan pelayanan retribusi daerah.

Tayang:
TRIBUN JATENG/DWI LAYLATUR ROSYIDAH
Pemerintah Kabupaten Pati launching empat aplikasi sekaligus guna meningkatkan pelayanan retribusi daerah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati launching empat aplikasi sekaligus guna meningkatkan pelayanan retribusi daerah.

Keempat aplikasi tersebut yaitu Satrio Pasar, Simpatik, Sipipa dan Spion.

Satrio Pasar atau Sistem Aplikasi Transaksi Retribusi Online Pasar, akan melayani wajib retribusi pasar untuk pembayarannya menggunakan kartu e-money khusus.

Selanjutnya Simpatik yaitu Sistem Informasi Pengelolan Retribusi Kabupaten Pati, yang melayani pembayaran bagi wajib retribusi Rusunawa, Menara Telekomunikasi dan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

Sipipa adalah Sistem Informasi Pelelangan Ikan Pati, aplikasi yang melayani transaksi lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Spion yang merupakan Sistem Pengujian Online, aplikasi yang melayani masyakarat dalam melakukan pengujian kendaraan bermotor di Kabupaten Pati.

Dengan hadirnya empat aplikasi tersebut, maka transaksi yang dilakukan adalah transaksi non tunai.

Bupati Pati, Haryanto yang langsung melaunch aplikasi tersebut meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) benar-benar menyiapkan tenaga.

Agar tujuan dari aplikasi yang disiapkan untuk kemudahan pembayaran retribusi dapat disosialisasikan dan diterima kepada masyarakat yang akan menggunakannya.

"Sebagaimana inovasi lainnya, awalnya memang agak sulit, lama kelamaan pasti bisa dilaksanakan juga. Lama kelamaan masyarakat akan tahu," jelasnya saat launching di Hotel Safin, Rabu (26/12/2018) malam.

Kalaupun nanti memang butuh upaya lebih, maka bupati juga mendorong untuk memikirkan insentif bagi para petugas.

Dengan adanya transaksi non tunai, bupati juga optimis bahwa penerimaan retribusi daeeah dapat meningkat.

Sebab langkah ini dapat mengurangi kebocoran sekaligus penyimpangan bagi petugas yang mengelola.

"Apalagi beberapa waktu lalu juga Kabupaten Pati juga mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia, sebagai salah satu kabupaten yang mempelopori transaksi non tunai," ungkapnya.

Sehingga ia berharap dapat mempertahankan hal-hal baik yang sudah berjalan selama ini dan terus mengupayakan peningkatannya.

Dalam acara ini, jajaran Forkompinda juga nampak hadir, Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono, Dandim 0718 Pati dan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved