Pemkot Semarang Bakal Bangun Tiga Embung di Tembalang Atasi Banjir

adanya tiga embung tetsebut, diharapkan dapat meminimalisir banjir yang terjadi khususnya di wilayah Kota Semarang bagian atas.

Pemkot Semarang Bakal Bangun Tiga Embung di Tembalang Atasi Banjir
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) cek kondisi Sungai Kedungwinong yang menjadi penyebab banjir di daerah Meteseh dan Bulusan, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang berencana membangun tiga embung di Kecamatan Tembalang sebagai solusi jangka panjang penanganan bencana banjir yang melanda wilayah Meteseh, Sendangmulyo, dan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Selasa (25/12/2018) kemarin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, dengan adanya tiga embung tetsebut, diharapkan dapat meminimalisir banjir yang terjadi khususnya di wilayah Kota Semarang bagian atas.

"Tiga embung di daerah atas berfungsi sebagai area tangkapan air. Sehingga air yang turun dari atas akan ditampung terlebih dahulu di embung," katanya, Kamis (27/12/2018).

Saat ini, kata Iswar, Detail engineering design (DED) pembangunan embung sudah jadi. Hanya saja, untuk pembangunannya tidak bisa dimulai dalam waktu dekat ini, setidaknya baru bisa dibangun pada 2020 mendatang karena belum dianggarkan pada 2019.

"Tiga embung itu nantinya memiliki daya tampung sekitar 43.000 meter kubik. Tidak hanya berfungsi sebagai penahan air atau banjir, embung di sana bisa juga menjadi sumber air baku," jelasnya.

Camat Tembalang, Heru Sukandar mengatakan, drainase biasa sudah tidak memungkinkan menahan air yang debitnya sangat tinggi. Solusi jangka pendek adalah melakukan normalisasi drainase, namun tetap dibutuhkan solusi jangka panjang seperti pembangunan embung.

“Kami akan menginventarisir beberapa aset tanah milik pemkot untuk diusulkan jadi embung. Kebutuhannya memang sangat mendesak karena banjir di daerah atas ini cukup sering apalagi jika hujan lebat,” katanya.

Sementara itu, Pemkot Semarang juga mengambil alih sarana prasarana dan utilitas lima perumahan yang ada di Kota Semarang, yaitu Perumahan Bukit Sendangmulyo, Perumahan Taman Purisartika, Perumahan Graha Panorama, Perumahan Bumi Palir Sejahtera, dan Perumahan Villa Krista Gedawang.

Penyerahterimaan fasilitas umum dan fasilitas sosial dari lima perumahan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di kantornya, Jalan Pemuda 148, Kota Semarang, Kamis (27/12/2018).

Adapun dengan serah terima tersebut, Pemkot Semarang dapat secara langsung mengelola embung serta jaringan drainase yang berada di wilayah perumahan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta kepada para pengembang perumahan untuk dapat mempercayakan pengelolaan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada kepada Pemerintah Kota Semarang.

"Percaya saja kami siap diajak diskusi, urun rembung, serta mengalokasikan APBD untuk meningkatkan fasum fasos yang diserahkan hari ini," kata Hendi, sapaannya.

Dalam kegiatan serah terima prasarana sarana dan utilitas perumahan kepada Pemerintah Kota Semarang tersebut, Hendi juga mengingatkan kepada para pengembang untuk tidak hanya membangun untuk mencari untung saja.

"Kalau cuma membangun untuk mencari untung lalu ditinggal begitu saja, saya rasa hari ini sudah bukan eranya seperti itu," tuturnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved