PKL Barito Karangtempel Semarang Siap Pindah Kapan Saja Asal Akses Jalan ke Lokasi Selesai Dibangun

"Kalau Desember ini disuruh pindah, ya segera dibangun akses jalan dan fasilitas lainnya."

PKL Barito Karangtempel Semarang Siap Pindah Kapan Saja Asal Akses Jalan ke Lokasi Selesai Dibangun
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Pekerja melakukan pembangunan kios di pasar relokasi yang akan ditempati PKL Barito Kelurahan Karangtempel, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang telah beberapa kali menyampaikan peringatan relokasi kepada 452 Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Kelurahan Karangtempel agar segera pindah ke pasar relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Namun, ratusan PKL yang terdampak normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) itu hingga kini masih bertahan. Padahal normalisasi ditargetkan selesai akhir Desember 2018 ini.

Seorang PKL, Ambon mengatakan, dirinya tetap bertahan di bantaran Sungai BKT karena menunggu teman-teman PKL lainnya. Selain itu, proses pembangunan kios di pasar relokasi hingga kini juga belum rampung.

"Saya sendiri siap pindah sewaktu-waktu karena kios saya juga sudah selesai dan siap ditempati. Saya disuruh pindah, kapan saja pindah. Tapi saya nunggu teman-teman PKL lainnya," kata Ambon saat ditemui di kiosnya di Jalan Barito, Kamis (27/12/2018).

Meski kiosnya sendiri sudah selesai dibangun dan bisa ditempati, namun secara keseluruhan pembangunan kios lainnya masih ada yang masih proses. Sehingga PKL yang sudah berjualan selama 12 tahun itu pun tidak mau pindah sendirian, sementara PKL lain masih bertahan.

"Kalau Desember ini disuruh pindah, ya segera dibangun akses jalan dan fasilitas lainnya. Lagi pula, kalau saya ke sana sendirian, ya jualan tidak laku. Apalagi masih pembangunan. Takut juga tidak ada yang jaga, siapa keamanannya," ucap pedagang sepeda itu.

Perwakilan Paguyuban PKL Karya Mandiri, Sugiyanto menuturkan, para PKL akan pindah dengan sendirinya jika infrastruktur jalan, drainase, listrik dan air sudah ada. Saat ini, kondisi pasar relokasi tidak dapat dilalui kendaraan karena masih berupa tanah urukan. Oleh karenanya, ia meminta Pemkot Semarang memprioritaskan pembangunan akses jalan.

"Kalau jalan sudah jadi maka secepatnya kita pindahkan. Akses masuk itu penting. Lihat sendiri jalannya sering banjir. Apalagi listrik, untuk ngebor dan lainnya butuh listrik," katanya.

Ia berharap, Dinas Perdagangan maupun Satpol PP Kota Semarang tidak mengejar-ngejar PKL untuk segera pindah, untuk mengikuti percepatan normalisasi Sungai BKT. Selama ini, katanya, PKL telah berkorban dengan membangun kios secara swadaya dengan dana pribadi.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved