FOKUS : Kisah Ujungpara

Ahmad Marzuqi sebenarnya memiliki kesadaran sejarah yang tinggi. Jepara punya andil besar dalam mengukir indah sejarah perjalanan negeri ini

FOKUS : Kisah Ujungpara
tribunjateng/bram
Sujarwo atau Pak Jarwo wartawan Tribun Jateng 

Oleh Sujarwo

Wartawan Tribun Jateng

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sebenarnya memiliki kesadaran sejarah yang tinggi. Jepara punya andil besar dalam mengukir indah sejarah perjalanan negeri ini. Setidaknya ada tujuh tokoh bersejarah dari Kota Ukir ini.

Bertepatan HUT Ke-469 Kabupaten Jepara, ketujuh tokoh itu diabadikan menjadi nama ruang rapat atau pertemuan di lingkungan Pemkab Jepara.

Kartini menjadi nama baru dari Pendapa Kabupaten, Kalinyamat menggantikan Pendapa Alit, Shima menggantikan nama Gedung Serbaguna, Sosrokartono dan Ngasirah menggantikan nama Ruang Rapat I dan II Setda Jepara, Sultan Hadlirin mengganti nama Aula OPD Bersama di lantai 3, dan Sosroningrat mengganti nama ruang Peringgitan.

“Semoga dengan nama-nama baru tersebut, diharapkan membawa pengaruh yang positif terhadap kinerja dan suasana kerja pegawai di lingkungan kerjanya masing-masing,” ujar Ahmad Marzuqi, sebagai inspektur, dalam upacara HUT Ke-469 Kabupaten Jepara yang digelar di Alun-alun Jepara pada Selasa (10/4/2018).

Masyarakat Jepara, memang layak bangga pada tujuh tokoh tersebut, apalagi tiga di antaranya perempuan. Ratu Shima, penguasa Kerajaan Kalingga (648- 674), sangat menyadari pentingnya ketegasan hukum serta keadilan.

Ratu Kalinyamat, yang memerintah Jepara pada 1549-1579, menjadikan Jepara sebagai kota pelabuhan internasional serta pusat galangan kapal yang terkenal ke seluruh wilayah Asia tenggara. Sedangkan RA Kartini (1879-1904) terkenal sebagai pahlawan emansipasi.

Jepara sendiri, menurut C. Lekkerkerker, berasal dari kata Ujungpara. Dahulu ada orang dari Majapahit yang melewati daerah itu melihat nelayan sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya.

Membagi, dalam bahasa Jawa adalah "para", maka pengembara itu menceritakan di kota tujuannya bahwa dia melewati Ujung Para --.karena dia melewati ujung pulau Jawa yang ada yang membagi ikan.

Halaman
12
Penulis: sujarwo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved