Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pelapor Mafia Bola, Lasmi Indaryani Tolak Hadiri Panggilan Komdis PSSI

Kuasa Hukum Lasmi Indriyani, Bonyamin Saiman menyampaikan kliennya tidak akan hadir dalam sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada Jumat (28/12/2018)

Tayang:
Penulis: hesty imaniar | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
mantan nanajer timnas u 16 putri Lasmi Indaryani 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kuasa Hukum Lasmi Indaryani, Bonyamin Saiman menyampaikan kliennya tidak akan hadir dalam sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada Jumat (28/12/2018).

Melalui siaran tertulis yang dikirim via WhatsApp, kepada Tribun Jateng pagi ini, Bonyamin mengungkapkan, bahwa mantan Manager Persibara Banjarnegara itu mendapatkan surat panggilan dari PSSI.

"Undangan itu, tertulis, dengan agenda Pertanggungjawaban pernyataan di media online dan acara Mata Nazwa. Surat ditandatangani oleh Sekjen Ratu Tisha tertanggal 24 Desember 2018 kemarin," katanya, Jumat (28/12/2018) pagi.

Lasmi, kata Bonyamin, tidak menghadiri panggilan tersebut dengan beberapa alasan.

"Yang pertama, yakni, bahwa perkara dugaan permainan pengaturan skor, dalam pertandingan sepak bola (match fixing) telah ditangani oleh penegak hukum kepolisian dalam hal ini, Satgas yang dibentuk Kapolri, sehingga kami menghormati dan mempercayakan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum, serta tidak ingin terjadi campur aduk oleh berbagai lembaga," bebernya.

Selain itu, Boyamin berharap PSSI menghormati dan mendukung langkah Kapolri demi kemajuan sepakbola di Indonesia.

Dengan demikian, ia berharap PSSI tidak melakukan tindakan lain yang berpotensi intervensi dan mengganggu proses di pihak kepolisian.

"Adapun, untuk surat undangan tersebut, hanya ditandatangani oleh Sekjen, Ratu Tisha, tanpa adanya tandatangan Ketua Umum PSSI atau setidak, tidak ditembuskan sebagai laporan kepada Ketum PSSI, oleh karenanya, lami menganggap, surat tersebut kurang layak," jelasnya.

Tidak hanya itu, Boyamin juga menyebut, Ratu Tisha sepengetahuan dari Kuasa Hukum Lasmi, tidak hadir atas panggilan dari Bareskrim.

"Sehingga perkenankan kami, untuk mencontoh atas tindakan tersebut yaitu kami juga tidak bersedia hadir atas panggilan PSSI tersebut," paparnya.

Adapun poin lainnya, yakni, Lasmi Indriyani bukan lagi pengurus di PSSI.

Lasmi, diketahui mengundurkan diri pada jabatan Manager Timnas U 16 dan Persibara Banjarnegara, usai sang ayah, yang juga Bupati Banjarnegara mengundurkan diri dari Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Banjarnegara, November lalu.

"Klien kami dulu pernah jadi manager, namun sekarang bukan manager lagi karena seluruh event kompetisi sudah selesai, sehingga klien menganggap dirinya sudah mantan manager. Dan karena sudah mantan manajer, maka merasa tidak punya kewajiban untuk tunduk dengan PSSI," katanya.

Dengan begitu, Boyamin menyatakan materi dalam surat yaitu pertanggungjawab pernyataan dan kemungkinan lanjutan terkait surat tersebut yaitu, sanksi dari Komdis PSSI, sementara pihaknya belum menanggapi.

"Kami masih akan menunggu perkembangan lebih lanjut jadi kami belum memikirkan sanksi terlebih dulu, karena semua ini sudah diambil alih oleh Satgas Anti Mafia Sepakbola, dari Polda Metro Jaya," pungkas pria yang juga sebagai Ketua Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) itu.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved