UPDATE: 2 Lelaki Telanjang Pelukan Dalam Mobil di Trangkil Pati Bukan LGBT, Jadi Tersangka

Dua lelaki yang kedapatan di dalam mobil dengan keadaan telanjang bulat di depan Bank Mandiri seberang pasar Trangkil Kabupaten Pati, kini tersangka

UPDATE:  2 Lelaki Telanjang Pelukan Dalam Mobil di Trangkil Pati Bukan LGBT, Jadi Tersangka
TRIBUN JATENG/DWI LAYLATUR
Dua tersangka lelaki asal Madura yang sempat gegerkan warga Kabupaten Pati akibat overdosis narkoba. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Dua lelaki yang kedapatan di dalam mobil dengan keadaan telanjang bulat di depan Bank Mandiri seberang pasar Trangkil Kabupaten Pati, kini sudah menyandang status tersangka.

Marhatam alias Dony (39) dan Marso (34), yang berasal dari Kabupaten Sampang Madura itu sudah ditahan di Polres Pati, dengan dugaan penyalahgunaan narkotika.

Keberadaan mereka waktu kejadian, Kamis (20/12/2018), pun menggegerkan warga.

Sebab selain telanjang bulat, mereka juga  berpelukan mesra dengan posisi tengkurap di dalam mobil.

Namun Kapolres Pati, AKBP Jon Wesly menjelaskan bahwa mereka bukan pasangan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Hasil pemeriksaan kejiwaan kepada yang bersangkutan dari hasilnya dinyatakan tidak ada gangguan kejiwaan.

Hasil Penyelidikan, Polisi Ungkap Penyebab 2 Lelaki Telanjang Pelukan Dalam Mobil di Trangkil Pati

Fakta Baru 2 Lelaki Telanjang Pelukan Dalam Mobil di Pati, Kata Hotman Paris-Keterangan Polisi

Fakta Lengkap 2 Lelaki Telanjang Pelukan di Dalam Mobil di Trangkil Pati, Awalnya Terlihat Normal

Kronologi Lengkap Saksi yang Pergoki 2 Lelaki Telanjang di Dalam Mobil Depan Pasar Trangkil Pati

Menurutnya, aksi telanjang bulat yang pelaku lakukan adalah pengaruh dari sabu-sabu yang dikonsumsinya dalam jumlah besar.

"Mereka sampai berhalusinasi berlebihan karena menggunakan obat tersebut dalam jumlah yang sangat besar, overdosis," ungkap Kapolres di Mapolres, Jumat (28/12/2018).

Apalagi keduanya usai dilakukan pemeriksaan diketahui adalah pengguna baru.

Sehingga tidak mengetahui jika efek yang ditimbulkan sampai berlebihan dan bahkan hingga hilang kesadaran serta tidak bisa mengontrol.

Marhatam alias Dony pun mengakuinya bahwa aksi buka baju di luar kesadaran.

"Saya tidak tahu, tidak sadar. Semua di luar kesadaran, tahu-tahu sudah di rumah sakit saat sadar," ujarnya.

Begitu pula saat dikonfirmasi, dia tidak ingat sama sekali jika banyak orang dan polisi yang meminta mobil agar dibuka dan akhirnya diamankan.

Kapolres Jon menuturkan keduanya mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu saat masih di Sampang, sebelum berangkat ke Jakarta.

Kemudian pelaku mengonsumsi lagi saat berada di SPBU Batangan Kabupaten Pati.

Namun apes, mobil yang dikendarai Marhatam alias Dony dan Marso malah salah arah hingga berada di Trangkil.

Kepolisian mengamankan barang bukti berupa sisa sabu-sabu yang digunakan oleh para pelaku sebanyak 0.54 gram.

"Sabu-sabu tersebut sisa hasil yang dipakai, dari jumlah pembelian total Rp 4,5 juta yang dibelinya di Sampang Madura," ujar Kapolres.

Serbuk sabu itu tercecer, ada yang di kursi kendaraan, dashboar, juga ada yang di lantai.

Selain itu, ada pula mobil Suzuki B 2254 KFB yang digunakan dan urin yang terbukti positif mengandung metaamfetamin.

Akibat perbuatannya itu mereka dijerat pasal 112 ayat (1) sub 127 ayat (1) huruf a UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved