Menegangkan Evakuasi Pendaki Gunung Prau Berbobot Lebih dari Satu Kuintal

Gunung Prau Dieng masih menjadi destinasi favorit untuk menghabiskan malam pergantian tahun baru.

Menegangkan Evakuasi Pendaki Gunung Prau Berbobot Lebih dari Satu Kuintal
khoirul muzaki
Proses evakuasi pendaki dengan berat 125 kilogram dan 95 kilogram di gunung Prau 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO -- Gunung Prau Dieng masih menjadi destinasi favorit untuk menghabiskan malam pergantian tahun baru.

Mulai menjelang Natal, sejumlah basecamp pendakian gunung ini sudah mulai diramaikan para pendaki yang ingin muncak.

Pesona Puncak Gunung Prau memang selalu memikat pendaki, termasuk pendaki pemula. Terlebih puncak Prau bisa ditempuh dengan memakan waktu hanya sekitar 2 jam perjalanan kaki.

Namun disayangkan, sebagian pendaki masih mengabaikan standar keselamatan pendakian.

Selain minus perlengkapan pendakian, pendaki tak jarang mengabaikan kondisi cuaca yang cukup berisiko.

Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2019 ini, cuaca di Dieng sedang tak menentu.

Pengelola Basecamp pendakian Gunung Prau via Patakbanteng Kejajar Misyadi mengatakan, saat cuaca buruk, terkadang timbul hujan disertai badai.

Hujan badai selama ini menjadi tantangan berat bagi pendaki sehingga membahayakan keselamatan mereka.

Tak ayal, untuk mengantisipasi terjadinya hal tak diinginkan, pengelola basecamp selalu mengingatkan pendaki agar menunda pendakian sampai cuaca membaik. Tetapi peringatan itu tak jarang diabaikan. Sebagian pendaki tetap nekat muncak dalam kondisi cuaca buruk.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved