OPINI Tasroh : Menendang Mafia Sepak Bola

Sungguh memprihatinan sekaligus memalukan dengan kasus mafis sepak bola di tanah air belakangan ini. Mafia pengaturan skor dalam dunia sepak bola

OPINI Tasroh : Menendang Mafia Sepak Bola
Ilham/Tribun Jateng
Tasroh 

Oleh Tasroh, SS, MPA, MSc

Penggemar Sepak Bola “Cerdas” dan Alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University, Japan

Sungguh memprihatinan sekaligus memalukan dengan kasus mafis sepak bola di tanah air belakangan ini. Mafia pengaturan skor dalam dunia sepak bola nasional kita tak hanya mencoreng wajah buruk prestasi sepak bola nasional kita, tetapi juga telah memalukan wibawa dan kredibilitas negara, citra sepak bola baik di mata penggemar seperti saya hingga masyarakat luar bahkan di luar negeri.

Kisah mafia pengaturan skor dalam dunia sepak bola kali demikian dahulu kita hanya mendengarnya dari kisah-kisah busuk mafia di Italia puluhan tahun lalu yang ternyata kini bisa terjadi di Indonesia, yang nota bene dikenal sebagai “rajanya korupsi”.

Kasus terbongkarnya mafia pengaturan skor sepak bola di Tanah Air semakin merupakan pengembangan dari kasus suap dan markup proyek hibah di Kemenpora yang telah menyeret 6 pejabat Kemenpora di KPK. Kemarin anggota Executive Committee (Exco)PSSIyang juga ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, ditangkap Tim Polda Metro Jaya. Dia diringkus di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kasus mafia pengaturan skor ini seolah melengkapi kompleksitas masalah dan sengkarut yang sedang melilit sepak bola Indonesia saat ini.Beberapa hari belakangan namaJohar Lin Engmulai disebut-sebut sebagai sosok yang berada di balik pengaturan skor sepak bola di Indonesia.

Namanya mencuat menyusul pengakuan Bupati Banjarnegara Budhi Warsono dan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Mereka menyebut Johar sebagai perantara dengan mafia pengaturan skor yang disebut dengan Mr P. Pengakuan dibuat saat berbicara pada sebuah program acaratalkshowstasiun televisi pekan lalu. Johar Lin Eng diklaim meminta uang Rp500 juta untuk menjadi tuan rumah babak penyisihan grup Liga 3 2018.

Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, yang dibentuk Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, telah resmi menetapkan Johar sebagai tersangka kemarin. Selain itu, terdapat dua orang yang juga sudah ditetapkan tersangka:Anik dan Priyanto. Dua nama terakhir ini sudah ditangkap terlebih dulu pada Senin (24/12).

Karena kasus ini Johar Lin Eng terancam pasal penipuan dan dihukum minimal lima tahun penjara. Penangkapan Johar tak lepas dari laporan pihak Persibara Banjarnegara yang merasa ditipu. Bahkan, manajemen Persibara juga mengakui sudah habis Rp1,3 miliar kepada pria tersebut. Merasa dirugikan, manajemen Persibara akhirnya memberanikan diri melaporkan Johar Lin Eng ke pihak kepolisian.

Langkah cepat kepolisian meringkus pihak-pihak yang diduga terlibat dalam skandal pengaturan skor ataupun kejahatan lain dalam sepak bola ini layak diapresiasi. Tanpa satgas ini harapan pemberantasan mafia sepak bola akan jauh panggang dari api.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved