Segmen Iklan di Selebgram Lebih Spesifik

Penetrasi media sosial di segala bidang makin mendominasi. Termasuk dalam dunia periklanan.

Segmen Iklan di Selebgram Lebih Spesifik
Belanja online/ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Penetrasi media sosial di segala bidang makin mendominasi. Termasuk dalam dunia periklanan.

Tak sedikit yang saat ini lebih membidik instagram sebagai media promosi, dibandingkan media lainnya, bahkan televisi.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip Semarang, Nurul Hasfi, mengatakan instagram punya keunggulan tersendiri dibanding media lainnya. "Keunggulan instagram ada di konten, di mana kontennya lebih banyak menyuguhkan foto dan video," katanya kepada Tribun Jateng.

Menurutnnya, masyarakat saat ini lebih cenderung menyukai sesuatu yang berbentuk foto dan video.

Ini lantaran pesan yang disampaikan dalam bentuk visual maupun audio visual lebih mudah dan cepat untuk dicerna.

Maka tak heran bermunculan selebgram yang mengendors berbagai produk. "Beriklan melalui instagram lebih murah dibandingkan dengan di televisi, misalnya," ujar dia.

Selain lebih murah, pangsa pasar yang hendak disasar melalui instagram lebih spesifik, dibanding media televisi atau media mainstream lainnya.

Sehingga, iklan melalui instagram oleh selebgram dirasa lebih efektif menarik konsumen.

"Sekarang, semua orang menonton televisi. Berbeda dengan instagram, segmen dan calon pembeli yang disasar lebih spesifik," ujarnya. Sebab, pengguna instagram biasanya memfollow atau mengikuti akun-akun yang diminati saja.

Ia menandaskan, pengendors produk tak melulu harus artis atau figur terkenal di dunia nyata. Biasanya para pemilik akun yang mempunyai puluhan ribu follower akan menjadi perhatian produsen atau calon pengiklan.

"Tak harus artis, tapi yang utamanya adalah mereka yang punya follower banyak. Biasanya mereka ini akan banyak mendapat tawaran," ujarnya.

Dituturkan Nurul lebih lanjut, pemilik akun yang mempunyai banyak follower lazimnya adalah juga para pembuat konten kreatif. Karena konten-konten kreatif inilah yang menjadi magnet bagi follower.

"Sehingga, akan mudah dilacak, apakah follower yang banyak ini hasil dari beli, followernya merupakan akun robot atau memang followernya berupa akun real. Calon pengiklan tentu akan mempelajari ini terlebih dahulu," tandasnya. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved