Waspada Gelombang Tinggi, Pesta Kembang Api Dipindah dari Pantai ke Goa Selarong

Waspadai gelombang tinggi, acara malam pergantian tahun di Kabupaten Bantul, DIY, dipindahkandari kawasan pantai ke Goa Selarong

Waspada Gelombang Tinggi, Pesta Kembang Api Dipindah dari Pantai ke Goa Selarong
Tribun Jogja
Pantai Parangkusumo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (04/11/2018) 

TRIBUNJATENG.COM, BANTUL - Pasca-tsunami Banten, Jawa Barat, dan Lampung, Sabtu (22/12/2018), sejumlah acara malam pergantian tahun di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dipindahkan.

BMKG telah mengeluarkan imbauan ke seluruh daerah di Indonesia untuk mewaspadai gelombang tinggi pada malam pergantian tahun baru 2019.

Meski ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan, namun Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul optimis target tercapai.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan, sesuai rekomendasi BMKG terkait imbauan gelombang pasang di pesisir selatan, sejumlah atraksi wisata malam pergantian tahun seperti pentas musik dan pesta kembang api yang rencananya digelar di Pantai Parangkusumo, dipindahkan di sekitar Goa Selarong.

"(Pentas akhir tahun) dipindah (dari Pantai Parangkusumo) ke Goa Selarong. Itu karena pertimbangan kami terkait imbauan dari BMKG. Selain itu, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan saat perayaan malam pergantian tahun di pantai juga," katanya saat dihubungi Jumat (28/12/2018).

Meski dipindah, menurut Heru, pihaknya tetap yakin kawasan pantai selatan tetap akan dikunjungi wisatawan untuk menikmati malam pergantian tahun.

"Pemilihan Goa Selarong untuk lokasi pesta kembang api karena di sana (Goa Selarong) aman, lokasinya kawasan perbukitan dan terbilang luas sehingga bisa menampung banyak orang," ucapnya.

Menurut dia, dampak tsunami Banten dan Lampung belum bisa disimpulkan terkait penurunan wisatawan ke Bantul.

"Akhir-akhir ini ada penurunan kunjungan wisatawan ke pantai. Tapi target kita (pendapatan dari sektor wisata) sudah tercapai, bahkan naik sekitar Rp 2 miliar," ujarnya.

Berdasarkan data yang ada kunjungan wisatawan saat libur Natal tidak cukup signifikan dan baru akan signifikan ketika perayaan pergantian tahun.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved