Pedagang Terompet di Demak Keluhkan Omzet Turun Drastis Tahun Ini

Pedagang terompet tahun baru di Demak mengeluhkan omzet penjualan terompet turun daripada tahun-tahun sebelumnya.

Pedagang Terompet di Demak Keluhkan Omzet Turun Drastis Tahun Ini
Tribun Jateng/Alaqsha Gilang Imantara
Jual Terompet - Pedagang melayani pembeli terompet di jalan raya Sultan Fatah Demak pada Senin (31/12/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pada pergantian tahun, identik dengan terompet dan kembang api. Begitupula di Demak, sejumlah warga memanfaatkan momentum ini dengan menjual terompet.

Pedagang terompet, Zulaekah (45), mengatakan kehidupan sehari-harinya dia berprofesi sebagai petani. Jelang perayaan malam tahun baru, dia memanfaatkan waktu sebagai penjual terompet di Jalan Sultan Fatah Demak.

Meski demikian, dia mengeluhkan omzet penjualan terompet yang turun daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Saya berjualan terompet mulai kemarin Kamis (27/12/2018). Saya sudah menjadi penjual terompet sejak 2010 sebagai pekerjaan sambilan selain menjadi petani,"ujarnya saat berjualan terompet di jl Sultan Fatah Demak, Senin (31/12/2018) pagi.

"Para pedagang terompet biasanya juga sudah berjejeran di jalan Sultan Fatah, tetapi sekarang yang bertahan hanya sedikit saja mungkin karena penjualan turun," tuturnya.

Dia menambahkan, harga terompet bermacam-macam, ada yang Rp 10ribu, Rp 15 ribu, Rp 20 ribu, Rp 25 ribu, dan Rp 35 ribu tergantung jenis dan mereknya. Tetapi, omset penjualan terompet kali ini turun daripada tahun lalu.

"Tahun lalu, saya bisa menjual hampir seluruh terompet setiap harinya. Namun, mulai kemarin Kamis hingga hari ini terompet yang terjual setiap harinya rata-rata hanya 5 terompet,"paparnya.

Dia menjelaskan, omzet penjualan tahun lalu bisa mencapai Rp 300 - Rp 400 ribu tiap harinya. Namun, tahun ini hanya Rp 60 - 90 ribu tiap harinya.

"Semoga saja nanti sore atau nanti malam, pembeli terompet lebih banyak," harapnya.

Pembeli terompet, Agus (40) mengatakan, dia membelikan terompet bagi kedua anaknya untuk memeriahkan perayaan malam tahun baru.

"Saya beli dua terompet harganya Rp 50 ribu. Masing-masing terompet harganya Rp 25 ribu. Nanti saat malam tahun baru beli terompet lagi," ucapnya dengan tersenyum.

Ditambahkannya, dia membeli terompet untuk kedua anaknya yang masih SD dan Paud. Dia memilih terompet di sini karena jenis terompetnya bagus dan lebih lengkap.

"Saya merasa belum lengkap rasanya jika belum membeli terompet untuk perayaan tahun baru. Nanti malam saya juga akan membeli kembang api bagi anak saya," katanya.

Sedangkan anaknya, Citra Widya Astuti (9), merasa senang bisa membeli terompet karena bunyi terompetnya bagus. Apalagi nanti malam ayah membelikan kembang api, hal itu menjadikan suasana malam tahun baru lebih meriah.(agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved