Tak Pernah Perhitungkan Seperempat Hari, Masyarakat Mesopotamia Rayakan Tahun Baru 21 Maret

Sejarah tahun baru: perbedaan tersebut terjadi karena masyarakat Mesopotamia tidak memperhitungkan seperempat hari yang tersisa dalam satu tahun.

Tak Pernah Perhitungkan Seperempat Hari, Masyarakat Mesopotamia Rayakan Tahun Baru 21 Maret
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Suasana keindahan alam di Puncak Tugu di Petungkriyono Kabupaten Pekalongan. 

 

TRIBUNJATENG.COM- Pergantian tahun merupakan salah satu budaya perayaan yang menandai dimulainya hitungan hari pertama pada tahun berikutnya.

Pergantian tahun pada kalender Masehi jatuh pada 31 Desember 2018. Awal tahun dimulai pada tanggal 1 Januari, begitu pula di Indonesia.

Namun masyarakat Mesopotamia, masyarakat yang hidup di tepian sungai Efrat dan Tigris di Negara Iraq, merayakan pergantian tahun setiap tanggal 20 atau 21 atau 22 Maret.

Pada tahun 2019, mereka akan merayakannya di tanggal 21 Maret.

Mereka merayakannya saat matahari berada tepat di atas khatulistiwa.

Perbedaan tersebut terjadi karena masyarakat Mesopotamia tidak memperhitungkan seperempat hari yang tersisa dalam satu tahun.

Dilansir dari Time.com, pada 46 Sebelum Masehi, Seorang Kaisar Roma bernama Julius Caesar memutuskan untuk mengganti penanggalan.

Dalam mendesain kalender baru tersebut, Julius Caesar dibantu oleh ahli astronomi dari Iskandariyah bernama Sosigenes.

           

Tips agar Wajah Cerah Bersinar seperti Wanita Korea tanpa Mengeluarkan Biaya

Viral Mahar Pernikahan Sepasang Sendal Jepit di Kebumen, Begini Kata Kepala KUA

Halaman
12
Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved