OUTLOOK 2018: Jumlah Pelanggar Lalulintas Menurun, Namun Angka Kecelakaan Meningkat

Masyatakat Jawa Tengah dinilai memiliki kesadaran untuk membayat pajak kendaraan yang cukup bagus selama tahun 2018.

OUTLOOK 2018: Jumlah Pelanggar Lalulintas Menurun, Namun Angka Kecelakaan Meningkat
Tribun Jateng/ Saiful Ma'sum
Kondisi salah stau mobil yang terlibat kecelakaan karambol di Jalan Raya Tugu KM 09, Tugurejo Semarang Barat, Minggu (16/12/2018).  

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masyatakat Jawa Tengah dinilai memiliki kesadaran untuk membayat pajak kendaraan yang cukup bagus selama tahun 2018. Hal itu diungkapkan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dalam jumpa pers akhir tahun 2018 di Mapolda Jateng, Senin (31/12/2018) lalu.

Hal itu menurutnya bisa dilihat dari jumlah pelanggaran lalulintas selama setahun terakhir. Pada tahun 2017 polisi mencatat ada sejumlah 2559660 pelanggaran.

Di tahun ini mereka hanya mencatat 2558122 atau turun sebanyak 41,5 ribu pelanggaran lalulintas. "Yang menarik adalah laporan pendapatan pajak kendaraan bermotor tahun ini melampaui target, ini bisa diartikam bahwa masyarakat Jateng ini termasuk memiliki kesadaran yang tinggi untuk membayar pajak," ucap Condro Kirono.

Ia memaparkan biasanya saat jumlah pelanggaran turun pendapatan pajak juga turun. Hal itu karena memang di berbagai daerah keduanya berbanding lurus.

"Saat pemasukan pajak turun biasanya polisi diminta untuk lebih sering melakukan razia. Dari situ akan banyak ditemukan pelanggaran terutama terkait pajak kendaraan bermotor yang dampaknya nanti akan lebih banyak masyarakat membayar pajak," terang Condro lebih lanjut.

Namun, ternyata tanpa harus banyak melakukan razia masyarakat Jateng sudah taat membayar pajak. Hal itupun ia harapkan juga bisa terjadi di tahun 2019.

Di lain sisi, Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudi Antariksawan menjelaskan meski jumlah pelanggaran yang ditemukan menurun, namun jumlah kecelakaan pada tahun ini meningkat.

Pada tahun 2018 tercatat 17531 kecelakaan lebih banyak lima kali pada tahun sebelumnya. Meski demikian,
Dari sekian banyak musibah itu jumlah korban baik meninggal, luka berat dan luka ringan tercatat menurun.

Sebanyak 3266 orang meninggal dunia dalam kecelakaan di Jateng pada tahun ini. Jumlah itu turun 53 orang dari tahun lalu. Begitu juga korban luka berat turun 112 orang, dan luka ringan turun 499 orang.

"Lokasi kecelakaan yang menonjol pada tahun lalu ada di Desa Jatisawit Kecamatan Bumiayu, ada dua kali kecelakaan yang mengakibatkan jumlah korban meninggal cukup besar," imbuh Rudi. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved