Vigit Waluyo Disebut Mafia Bola Langsung Masuk Sel Karantina

Terpidana kasus korupsi PDAM Sidoarjo dengan kerugian negara sebesar Rp 3 miliar, Vigit Waluyo menyerahkan diri

Vigit Waluyo Disebut Mafia Bola Langsung Masuk Sel Karantina
Youtube
MR X Bongkar Percakapan Rahasia yang Diduga Vigit Waluyo di Mata Najwa 

Dijadwalkan, Vigit menghuni ruang karantina selama tujuh hari. Yakni masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) di Lapas Sidoarjo.

"Itu sebagaimana prosedur yang ada. Semua tahanan baru, dari berbagai kasus, saat masuk awal harus melalui proses pengenalan dulu," ujar Adi Wibowo, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIA Sidoarjo. Tiga hari di dalam Lapas, disebutnya kondisi Vigit baik-baik saja. "Secara fisik kondisinya baik, sampai sekarang. Tapi secara psikis kan kami tidak tahu," lanjut Adi.

Selama di dalam lapas, disebutnya Vigit juga sudah dikunjungi pihak keluarga. Salah satunya, Istri Vigit juga disebut sudah membesuknya di dalam lapas yang sedang dihuni 1.010 orang warga binaan tersebut.

Namun dari pihak lain, seperti Satgas Anti Mafia bola atau pihak-pihak lain yang selama ini terkait dengan Vigit, belum ada yang datang ke sana.

Vigit Waluyo disebut dalam acara Mata Najwa disinyalir kuat sebagai dalang pengaturan skor sepakbola di Indonesia.

Bambang Suryo, mantan runner pengaturan skor sepakbola dan nara sumber lainnya mengatakan di acara Mata Najwa, bahwa Vigit Waluyo terlibat dalam berbagai pengaturan skor pertandingan sepakbola.

Kasus yang menjerat Vigit bermula saat PDAM mengucurkan dana Rp 3 miliar untuk Deltras Sidoarjo. Padahal, itu bukan kewenangan PDAM.

Ketika itu Vigit Waluyo menjabat sebagai Manager Deltras Sidoarjo. Sementara Dirut PDAM dijabat oleh Djayadi.

Vigit mengajukan dana pinjaman ke PDAM sebesar Rp 3 miliar dan berjanji akan mengembalikan pada November 2010 setelah pencairan dana APBD. Meski sudah dilarang dewan pengawas, Dirut PDAM tetap mengucurkan dana pinjaman tersebut kepada Deltras Sidoarjo.

Pencarian dilakukan bertahap pada 16, 18, dan 19 Agustus 2010. Masing-masing dikucurkan sebesar Rp 1 miliar. Pelanggaran ini kemudian terungkap. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo Vigit Waluyo dan Djayadi sama-sama divonis 1,5 tahun.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved