Breaking News:

Basarnas Semarang Imbau Masyarakat di Dekat Sungai dan Perbukitan Waspada

Basarnas Kantor SAR Semarang, mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah ketinggian maupun dekat aliran sungai lebih waspada selama musim penghujan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
Istimewa
Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Zuhawary Agustianto 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor SAR Semarang, mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah ketinggian maupun dekat aliran sungai lebih waspada selama musim penghujan.

Humas Basarnas Kantor SAR Semarang Zulhawary Agustianto mengatakan, memasuki musim penghujan seperti saat ini rawan terjadi bencana longsor atau banjir.

"Jadi kami harap masyarakat lebih waspada. Terutama mereka yang rumahnya di perbukitan atau dekat sungai," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (2/1/2019)

Menurut Zulhawary, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Jateng sepanjang Januari hingga Februari mendatang puncak terjadinya hujan.

Ia mencatat, sepanjang tahun 2018 musibah kecelakaan air banyak terjadi di wilayah Jateng bagian selatan seperti Kabupaten Kebumen dan Purworejo.

"Tahun lalu, sebanyak 102 orang meninggal dunia dari total kejadian sejumlah 125 kali," jelasnya.

Karenanya, lanjut Zulhawary, masyarakat apabila hendak melakukan aktivitas di sungai untuk memperhitungkan situasi yang terlihat. Jika mendung, katanya sebaiknya segera diakhiri.

Sebab, boleh jadi daerah dataran rendah belum turun hujan, sebaliknya dataran tinggi sudah hujan.

"Jika demikian situasinya khawatir diterjang banjir," katanya.

Sementara kejadian yang membahayakan jiwa manusia seperti tercebur sumur, maupun hanyut di sungai Kantor SAR Semarang menangani sebanyak 21 kejadian.

"Tertinggi Februari tahun lalu 18 korban meninggal baik karena hanyut di sungai maupun laut," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, kejadian dengan kategori penanganan khusus jumlahnya tidak terlampau besar berkisar 10 kejadian. Ia mencontohkan seperti penanganan korban terjepit baik pesawat, truk, atau lainnya.(ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved