Belum Dapat Gaji dan Pesangon PHK, Eks Karyawan PT Damatex Salatiga Gelar Aksi Demonstrasi

Para karyawan PT Damatex menggelar aksi demonstrasi dengan mendatangi kantor PT Damatex yang berada di Ledok, Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu (2/1/2019

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Para karyawan PT Daya Manunggal Textile (Damatex) menggelar aksi demo di depan kantor PT Damatex, Rabu (2/1/2019).   

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Para eks karyawan PT Daya Manunggal Textile (Damatex) menggelar aksi demonstrasi dengan mendatangi kantor PT Damatex yang berada di Ledok, Argomulyo, Kota Salatiga, Rabu (2/1/2019).

Mereka meminta kejelasan terkait gaji yang belum dibayar oleh pihak perusahaan selama 3,5 bulan.

Koordinator pekerja PT Damatex, Baidlowi mengatakan, 686 karyawan telah dirumahkan sejak April 2018.

Pada Oktober 2018, 686 karyawan tersebut dikumpulkam oleh pihak manajemen PT Damatex. Pada saat itu, pihak manajemen memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap 686 karyawan.

"Kami sudah di-PHK sejak Oktober, tapi hingga saat ini hak-hak kami belum dipenuhi," ungkapnya seusai audiensi bersama manajemen PT Damatex.

Hak yang belum dipenuhi oleh manajemen PT Damatex, Baidlowi membeberkan gaji selama 3,5 bulan, uang pesangon, dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Gaji yang belum terbayarkan yakni 3,5 bulan. Sementara pesangon, tuntutan kami sebanyak dua kali lipat dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK)," katanya.

Dalam penyelesaian masalah ini, upaya bipartite antara karyawan dan manajemen sudah dilakukan. Bahkan upaya tripartite antara karyawan, manajemen, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Salatiga maupun Jawa Tengah pun sudah dilakukan. Namun, semua upaya tersebut hingga kini belum membuahkan hasil.

Pada kesempatan audiensi kali ini, para karyawan meminta pihak manajemen dapat mencairkan gaji mereka dalam kurun waktu satu minggu.

"Seandainya dalam satu minggu tidak ada realisasi. Nanti, pada 15 Januari 2019 akan ada pertemuan tripartite antara pihak manajemen dan Disnaker," terangnya.

Sementara itu, Factory Manajer PT Damatex, Daniel Handityo Purnomo mengungkapkan, selama ini pihaknya terus mengupayakan hak normatif para karyawan kepada manajemen pusat yang berada di Jakarta.

Menurutnya, tuntutan para karyawan yang telah di PHK tersebut merupakan tuntutan yang wajar lantaran itu merupakan hak mereka. Pihak manajemen pun selalu beritikad baik dalam menyelesaikan permasalahan tersebut secara cepat.

"Kami masih berusaha. Kami mohon kesabaran dari semua pihak agar permasalahan ini cepat selesai tertangani," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved