Hari Amal Bhakti ke-73 - Kemenag Klaten Santuni 200 Yatim Piatu, Baznas Bagikan 34 Sepeda

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten santuni 200 orang yatim piatu dan melakukan penyerahan bantuan kepada 479 keluarga

Hari Amal Bhakti ke-73 - Kemenag Klaten Santuni 200 Yatim Piatu, Baznas Bagikan 34 Sepeda
ISTIMEWA
Bupati Sri Mulyani santuni para yatim piatu, Kamis (3/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten santuni 200 orang yatim piatu dan melakukan penyerahan bantuan kepada 479 keluarga kurang mampu di upacara Hari Amal Bhakti ke-73 Kemenag RI tahun 2019 tingkat Klaten di Alun-alun Klaten, Kamis (3/1/2019).

Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nasional (Baznas) Klaten bagikan 34 sepeda kepada 34 siswa berbagai sekolah di lingkungan Kemenag Klaten.

Penyerahan santunan yatim piatu, bantuan keluarga kurang mampu dan penyerahan sepeda untuk siswa secara simbolis diserahkan Bupati Klaten, Sri Mulyani didampingi Kepala Kantor Kemenag Klaten, Masmin Afif kepada dua orang perwakilan.

Setiap yatim piatu mendapat santunan senilai Rp 200.000.

Bupati Sri Mulyani menyatakan, peringatan hari bersejarah ini dalam kesederhanaan, keprihatinan, dan kepedulian untuk membantu saudara-saudara yang terkena dampak dari peristiwa alam di beberapa wilayah.

"Misal di Lombok, Banten dan Lampung beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, seluruh bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Mereka harus saling membantu dalam derita dan bahagia, dalam sukacita maupun dukalara.

"73 tahun silam, 3 Januari 1946 Pemerintah membentuk Kementerian Agama sebagai bagian dari perangkat kehidupan bernegara dan berpemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan, pembentukan Kemenag merupakan keputusan yang bersejarah dan memberi pengaruh besar sepanjang perjalanan bangsa dan negara Republik Indonesia.

"Berdirinya Kementerian Agama untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat kian naik peringkat," urai dia.

Ia pun mengatakan melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, dapat mengingatkan kembali arti penting jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

"Dalam negara Indonesia yang berdasar Pancasila, bukan hanya jaminan untuk mengamalkan ajaran agama dilindungi negara, bahkan kebijakan Pemerintah tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama," ungkap Bupati Sri Mulyani. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved