Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Longsor di Kebutuhjurang Banjarnegara, 1 Rumah Rusak Berat

Hujan berintensitas tinggi di Desa Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan Banjarnegara memicu pergerakan tanah

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
khoirul muzaki
Rumah rusak berat karena longsor di Kebutuhjurang Pagedongan Banjarnegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Hujan berintensitas tinggi di Desa Kebutuhjurang Kecamatan Pagedongan Banjarnegara memicu pergerakan tanah di desa tersebut.

Akibat bencana itu, satu rumah mengalami rusak berat serta 7 rumah lainnya terancam.

Suparjo (50) warga Rt 2 Rw 4 dukuh Kompreng desa Kebutuhjurang harus bernasib buruk karena tempat tinggalnya rusak bera. Longsor menggerogoti bangunan rumahnya hingga sebagian tembok retak. Bangunan itu pun terancam runtuh jika dampak pergerakan semakin parah.

Rumah permanen itu pun harus dibongkar, atau bagian atapnya diturunkan untuk menghindari hal tak diinginkan. Perabotan penting di dalam rumah itu telah diselamatkan.

Suparjo dan tiga anggota keluarganya harus mengungsi ke rumah penduduk yang aman karena ketiadaan tempat tinggal.

"Satu rumah rusak berat. Penghuninya mengungsi,"kata Kepala BPBD Banjarnegara Arif Rachman, Kamis (3/1).

Selain rumah Suparjo yang mengalami rusak berat, 7 rumah tetangganya juga terancam karena longsor.

Ketujuh rumah itu milik Ahmadi, Kasno, Mardiyanto, Amin, Jamhani, Marlan dan Asmanto dengan total 32 jiwa penghuninya. Deretan rumah itu berada di atas tebing sehingga rawan terseret longsor.

Pergerakan tanah berpotensi masih akan terjadi jika hujan kembali turun dengan curah tinggi.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar berhati hati apabila terjadi hujan deras di lingkungan mereka.

"Saran agar bisa diajukan Bansos untuk korban Suparjo yang rumahnya rusak berat dan mengungsi,"katanya

Curah hujan tinggi juga memicu pergerakan tanah di tebing jala provinsi ruas Wanayasa -Batur, tepatnya di tanjakan Sikelir Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa Banjarnegara, Kamis pagi (3/1).

Selain hujan lebat yang mengguyur wilayah itu kurang lebih 10 jam, minimnya drainase diduga ikut menyebabkan tebing setinggi 8 meter itu longsor.

Meski tak sampai mengganggu arus lalu lintas, longsor sempat menutup sebagian infrastruktur jalan sebelum dibersihkan.

Tebing sisi jalan provinsi sekaligus akses menuju Dieng dari Banjarnegara dan Pekalongan ini memang kerap dilanda longsor.

Karena itu, maayarakat atau pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila melewati jalur tersebut selama musim penghujan seperti saat ini.

"Mengingat cuaca hujan masih terjadi dan melihat terjalnya tebing maka ber Potensi terjadinya longsor susulan,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved