Tahun Ini Unnes dan Risbang Kemenristekdikti Sasar Mitra Santri Jawa Tengah

Kemenristekdikti tahun ini kembali menggandeng Unnes untuk roadshow diseminasi teknologi hasil riset kepada para mitra santri di Jawa Tengah.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemenristekdikti RI Dr Muhammad Dimyati tahun ini kembali menggandeng Universitas Negeri Semarang (Unnes), untuk roadshow diseminasi teknologi hasil riset kepada para mitra santri di Jawa Tengah.

“Kami segera laksanakan program Roadshow Unnes-Risbang Mengabdi Tahun 2019. Tujuannya untuk lebih mengintensifkan dalam mendiseminasikan teknologi-teknologi hasil riset serta inovasi para civitas akademika Unnes. Adapun sasarannya adalah para santri pondok pesantren,” ucapnya.

Dr Dimyati kepada Tribunjateng.com, Jumat (4/1/2019) berujar, melalui program roadshow itu diyakininya produk teknologi hasil riset maupun inovasi tersebut dapat semakin bisa dimanfaatkan masyarakat secara lebih nyata. Harapannya, tercipta pula para wirausahawan-usahawati baru.

“Terutama dari kalangan santri. Dari mereka pula nantinya dapat membantu masyarakat sekitar menjadi pelaku UMKM yang mandiri serta mampu menghasilkan beragam produk khas bernilai jual tinggi,” tandasnya.

Menurutnya, apa yang digagas tersebut tidak berlebihan. Sebab hal itu sudah dibuktikan Unnes melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) melalui program Santripreneur.

“Perlu disadari bersama, hasil penelitian yang dipandang sebagai menara gading belum terjangkau optimal oleh masyarakat. Karenanya tahun ini harus dioptimalkan lagi sehingga bisa bermanfaat di berbagai bidang melalui teknologi terapan itu. Sehingga pula berdampak positif, bernilai tambah tinggi, dan semakin tingga daya gunanya,” tandasnya.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman menambahkan, terkait peluang di era ekonomi digital saat ini memang tidak bisa dimungkiri jika potensi yang ada di lingkungan pondok pesantren dapat dikembangkan.

“Kami pun berkomitmen untuk senantiasa menumbuhkan wirausaha industri baru serta pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di kalangan santri, khususnya di Jawa Tengah ke depannya,” ucap Prof Fathur.

Sebagai gambaran kecil, lanjutnya, pada Forum Komunikasi Pondok Pesantren. Itu adalah lembaga yang sedang mengembangkan usaha ekonomi. Forum tersebt kini pun telah memiliki sekitar 50 ponpes. Yakni di Kabupaten Karanganyar, Magelang, Semarang, dan Kota Semarang.

“Dari situ pula kami memiliki tanggungjawab moral untuk bisa membantu peningkatan kemampuan dalam pengelolaan lembaga ekonomi tersebut. Agar lebih produktif, baik dari sisi optimalisasi alat, sarana prasarana produksi, hingga pemasarannya,” tandasnya. (dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved