Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

133 Siswa SDIT Bina Amal Semarang Ikuti Khotmil Quran dan Imtihan

Sebanyak 133 siswa-siswi dari SDIT Bina Amal Semarang mengikuti prosesi Khotmil Qur'an dan Imtihan yang berlangsung di Aula Gedung Balai Kota Semarang

Tayang:
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Dwi Laylatur Rosyidah
Siswa-siswi dari SDIT Bina Amal Semarang mengikuti prosesi Khotmil Qur'an dan Imtihan yang berlangsung di Aula Gedung Balai Kota Semarang, Sabtu (5/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 133 siswa-siswi dari SDIT Bina Amal Semarang mengikuti prosesi Khotmil Qur'an dan Imtihan yang berlangsung di Aula Gedung Balai Kota Semarang, Sabtu (5/1/2019).

Mereka dinyatakan berhak mengikuti prosesi ini setelah mengikuti rangkaian Evaluasi Belajar Tahap Akhir Alqur'an (EBTAQ) Qiroati.

Ratusan peserta tersebut lintas kelas, mulai dari kelas 2 hingga kelas 6.

Ketua panitia, M Nur Syahid menuturkan bahwa Khotmil Qur'an ini menjadi angkatan 12.

"Mengikuti EBTAQ menjadi satu di antara syarat lulus, meskipun kelas 2 kalau sudah melampaui target dan lolos ujian bisa mengikuti khotmil qur'an," jelasnya.

Jumlah yang mengikuti khataman dan imtihan tahun ini menjadi jumlah terbanyak, meningkat dari tahun sebelum-sebelumnya.

Bahkan Nur Syahid menjelaskan bahwa seringkali siswa-siswi dari SDIT Bina Amal menjadi peserta terbanyak yang bisa mengikuti khotmil quran setiap tahunnya di Semarang Selatan.

Dalam acara itu, dijelaskannya bahwa bagian yang mendebarkan adalah saat orang tua memberikan pertanyaan kepada peserta tanpa ada bocoran sebelumnya.

Sehingga orang tua yang hadir dapat mengetahui kemampuan putra-putrinya.

"Harapannya semoga anak-anak Bina Amal bisa membaca qur'an dengan baik dan benar, bisa dihayati dan diamalkan," ungkapnya.

Pengampu Qiroati, Ummy Kulsum menjelaskan bahwa mayoritas siswa-siswi yang lulus ujian dengan predikat Mumtaz atau sangat memuaskan.

Beberapa siswa juga memperoleh penghargaan, mulai dari yang terbaik, tercepat hingga termuda.

Inas najiha rumaisha, siswi kelas 2 yang usianya 8 tahun menjadi peserta termuda dalam Khotmil Quran dan Imtihan ini.

Dirinya mengaku senang dan bersyukur telah meraih predikat itu.

"Senang, karena ingin menjadi guru dan penghafal Qur'an. Belajar ngaji juga di rumah, tidak hanya di sekolah," jelasnya.

Saat ini ia sudah mencapai Surat Nuh Juz 29, dengan menargetkan setiap hari bertambah 5 ayat.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan dari UPTD Pendidikan, kepala-kepala sekolah dan wali santri.(Dew)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved