Harga Telur dan Daging Ayam di Pasar Sampangan Semarang Kembali Stabil

Sebelumnya harga telur mencapai Rp 30 ribu perkilogram sedang daging ayam menembus harga Rp 40 ribu perkilogram.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/M NAIFUL HARIS
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Sampangan, Kota Semarang sedang menata pesanan Senin (7/1/2109). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga telur dan daging ayam telah kembali normal. Sebelumnya harga telur mencapai Rp 30 ribu perkilogram sedang daging ayam menembus harga Rp 40 ribu perkilogram.

Seorang penjual telur ayam di Pasar Sampangan Kota Semarang Sarmini (48) mengatakan harga telur saat ini telah kembali normal kisaran Rp 24 ribu perkilogram.

"Barusan tadi naik seratus rupiah. Tapi masih normal tidak terlalu berdampak pada penjualan," katanya kepada Tribunjateng.com dilokasi Senin (7/1/2019)

Menurut Sarmini, harga telur melonjak ketika menjelang Natal dan Tahun Baru 2019 mencapai Rp 40 ribu perkilogram.

"Tadi habis membeli per box semua Rp 220 ribu jadi Rp 221 ribu. Hanya seratus rupiah, kalau kita jual normal Rp 24 ribu perkilogram tidak masalah," imbuhnya

Sarmini sudah berjualan telur hampir 20 tahun di Pasar Sampangan mulai sebelum pasar direlokasi hingga sekarang. Ia menuturkan dalam sehari mampu menjual sebanyak 10 kilogram telur ayam.

Hal senada juga diungkapkan pedagang daging ayam Dwi Kusumawardani (45) yang sudah berjualan 10 tahun lebih di Pasar Sampangan.

Dirinya mengatakan harga daging ayam saat ini turun dari Rp 40 ribu perkilogram menjadi Rp 30 ribu. Hanya saja sekarang ia menjual secara eceran Rp 35 ribu untuk menutupi kerugian saat Natal dan Tahun Baru kemarin.

"Sekarang ayam ternak lagi masa panen jadi normal. Kembali murah pedagang tidak merugi malahan untung," terangnya

Selama ini, Dwi melayani pelanggan daging ayam yang memiliki usaha makanan ayam geprek, penjual ayam goreng keliling dan KFC gerobak.

"Sehari bisa sampai 500 kilogram daging ayam terjual. Waktu natal dan tahun baru kemarin tidak sampai. Sekarang untung Rp 7 ribu perkilogram," pungkasnya (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved