Penggemar Moge Modifikasi Belum Leluasa Mengaspal

Keinginan untuk bisa memiliki tunggangan motor custom chopper berupa moge sudah dipendam Dhony Anugrah Putra, sejak duduk di bangku SMA

Penggemar Moge Modifikasi Belum Leluasa Mengaspal
ISTIMEWA
Honda Rebel custom classic bobber dari Origin8or Custom Cycles 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Keinginan untuk bisa memiliki tunggangan motor custom chopper sudah dipendam Dhony Anugrah Putra, sejak duduk di bangku SMA. Ia pun rela bekerja keras, mengumpulkan rupiah guna mewujudkan keinginannya.

"Sejak tahun 2009-an pengin punya motor custom, punya chopper, jauh sejak hari sebelum Pak Jokowi," kata Dhony, kepada Tribun Jateng.

Setelah bekerja di pelayaran selama beberapa waktu, tabungan Dhony pun dirasa cukup untuk mewujudkan impian. Sebagai langkah awal, ia pun membeli mesin Yamaha XS 650 ccc lansiran tahun 1974 dari seorang reseller mesin-mesin motor gede (moge) di Bandung. Waktu itu harganya Rp 34 juta.

"Oktober 2017 beli mesinnya saja, lalu Januari 2018 saya kirim ke bengkel untuk dibangun dari nol. Saya mulai ngobrol-ngobrol dulu, diskusi dengan yang punya bengkel," ucap Dhony.

Setelah hampir tiga bulan diskusi dengan pemilik bengkel, Dhony pun kemudian mantap dengan konsep motor custom idamannya: skinny chopper?. "Setelah ketemu konsepnya, April mulai digarap. Selesai pada akhir tahun kemarin, ya butuh waktu pengerjaan delapan bulanan," ujarnya.

Diakui, untuk membangun motor dari nol, ia harus rela merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan, biaya yang dikeluarkan berkali lipat dari harga mesinnya. Menurutnya, total ia merogoh koceknya lebih dari Rp 150 juta, untuk skinny chopper idaman.

"Agak mahal juga, tapi gak apa-apa, yang terpenting, ada rasa bangga dan puas. Motor custom itu unik, merupakan bagian dari imajinasi dan ekspresi diri kita, satu motor satu owner, tak ada duanya. Motor ini, kecuali mesin ya, 90 persen adalah handmade," urai warga Mranggen, Demak ini.

Skinnya chopper milik Donny diberi aksen merah pada rangaka dan pegangan di stangnya, dan warna kilau krom di tangki. Selain itu, yang unik dari motor ini adalah tuas perseneling yang terletak di sisi kiri jok, dan perpindahan giginya menggunakan tangan, sementara tuas kopling berada di kaki kiri.

"Ya seperti mengendalikan mobil saja, tapi bedanya ini roda dua. Awalnya agak kesulitan, tapi sekarang sudah biasa, nyaman-nyaman saja," ucapnya.

Belum lama ini, ia pun mengikutkan motornya ke gelaran Kusmtomfest 2018 di Yogyakarta. Menurut dia, sebelum dipajang di arena, motor yang ada harus lulus uji kelayakan terlebih dahulu.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved