Tugas MUI Tahun 2019 Makin Berat, Ada Tahun Politik dan Radikalisme

Sejumlah tantangan MUI Jawa Tengah yang akan dihadapi tahun 2019 di antaranya menghadapi tahun politik, narkoba dan radikalisme-terorisme.

Tugas MUI Tahun 2019 Makin Berat, Ada Tahun Politik dan Radikalisme
Istimewa
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Tengah, Ali Mufiz dan Ketua Umum MUI Jawa Tengah, KH Achmad Darodji (kanan), saat memberikan pernyataan terkait larangan masjid untuk politik praktis, di Sekretariat MUI Jateng, Kamis (3/5/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi menegaskan, memasuki 2019, tugas MUI bukan makin surut tapi diprediksi akan bertambah berat.

Sejumlah tantangan yang akan dihadapi tahun 2019 di antaranya menghadapi tahun politik,  narkoba dan radikalisme-terorisme.

Sehingga tahun 2019 ini diperlukan kerja lebih serius lagi dalam upaya memberi perlindungan dan bimbingan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kiai Darodji pada dialog interaktif yang digelar di Semarang, Senin (7/1/2018), dan disampaikan melalui keterangan persnya pada Tribunjateng.com.

Menurut Kiai Darodji, prediksi tugas MUI makin berat dalam melindungi umat, antaralain sebutan 2019 sebagai tahun politik berkonotasi sebagai sesuatu yang menyeramkan.

Hingga memunculkan suasana saling berhadapan antarpihak, peserta kontestasi politik, apakah pilpres ataupun pemilu legislatif dan DPD.

Kiai Darodji kurang sependapat dengan pemunculan istilah ’tahun politik’ tersebut. Sebutan tersebut berpotensi melahirkan adu domba, provokasi, saling fitnah, atau saling menjatuhkan yang semuanya ter-sharing di medsos.

“Akan lebih nyaman sebutannya bukan ‘tahun politik’ tapi ‘pesta demokrasi’ yang substansinya pemilu itu sebagai agenda lima tahunan yang selalu disambut dengan sukacita dan gegap gempita oleh masyarakat. Saling guyub dan menghargai atas perbedaan pilihan. Suasana seperti ini yang kita dambakan,” tegasnya.

Kiai Darodji juga menegaskan tugas berat terkait melindungi publik dari pengaruh narkoba dan radikalisme-terorisme.

Pada 2018, MUI Jateng sudah masif menjalankan misi pencegahan lewat halaqoh, audisi, deklarasi, hingga khotbah jumat serentak. Tapi, di awal 2019 gejala berkembangnya kedua masalah bangsa tersebut mulai terasa.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved