Buruh PR Kembang Surya Tuntut Kenaikan Upah

Perusahaan yang mayoritas didominasi oleh kaum hawa itu sedianya telah menuntut kenaikan sejak 2018

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Buruh PR Kembang Surya di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus tengah bekerja melinting rokok, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Buruh perusahaan rokok (PR) Kembang Surya yang ada di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus menuntut kenaikan upah. Jika selama ini upah yang diterima buruh linting Rp 17.000 per seribu batang rokok, mereka menuntut agar digaji Rp 22.500 per seribu batang lintingan rokok.

Perusahaan yang mayoritas didominasi oleh kaum hawa itu sedianya telah menuntut kenaikan sejak 2018.

Namun pihak perusahaan tak kunjung mengabulkan tuntutan mereka. Sampai akhirnya pada Selasa (8/1/2019) mereka menggelar aksi mogok kerja agar aspirasi mereka didengar, syukur bisa dikabulkan.

Mogok kerja dilakukan dengan berdiam diri di depan pabrik. Mogok tak berlangsung lama, para buruh lantas diminta untuk kembali masuk pabrik oleh mandor dan kembali beraktivitas melinting rokok.

Perusahaan yang memproduksi sigaret kretek tangan (SKT) itu umunya mempekerjakan perempuan berusia paruh baya. Buruh linting per hari rata-rata mampu menghasilkan 3.000 batang.

"Baru kali ini kami menuntut dengan cara mogok agar kami mendapat kenaikan upah linting. Sebelumnya kami telah meminta kenaikan tapi tidak pernah mendapat tanggapan," kata seorang buruh, Sungkamah.

Tuntutan kenaikan oleh buruh berdasarkan upah pabrik rokok kecil lainnya yang ada di Kudus.

"Kami hanya minta bayarannya sama seperti pabrik rokok kecil lain. Mereka sudah dibayar Rp 22.500 untuk seribu batang rokok," kata buruh lainnya, Zumrotun.

Aksi yang berlangsung selama beberapa jam itu pun mendapat perhatian dari beberapa pihak. Di antaranya pemerintah Desa Ploso dan Polsek Jati. Saat Kepala Desa Ploso, Bambang Giyata, dan Kapolsek Jati, AKP Bambang Sutaryo, datang ke lokasi pabrik aksi mogok sudah usai. Akhirnya mereka berusaha masuk untuk mencari informasi yang baru saja terjadi oleh buruh.

"Kami datang karena ada informasi ada keramaian di pabrik ini," kata AKP Jati.

Saat diizinkan masuk mereka lantas menemui perwakilan dari PR Kembang Surya, Widya. Mereka menanyakan apa sebenarnya yang telah terjadi. Setelah mendapatkan penjelasan akhirnya mereka undur diri.

Dari keterangan Widya, bahwa tuntutan kenaikan upah linting per hari pihak perusahaan hanya mau menaikkan upah dari Rp 17.000 per seribu lintingan menjadi Rp 19.000.

"Kami kuatnya hanya segitu. Mulai besok pagi kami akan naiikkan," kat Widya.

Perihal tuntutan yang diutarakan oleh para buruh, Widya mengatakan, bahwa pihaknya tidak bisa kalau harus memberi upah sampai Rp 22.500 per seribu batang lintingan rokok.

"Kami kuatnya Rp 19.000 kalau minta lebih silakan ke pabrik lain saja," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved