Breaking News:

BBWS Pemali Juwana Akan Pasang 10 Pompa di Tanggul Raksasa Penahan Rob Kota Pekalongan

Balai Besar Wialayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, kunjungi Kota Pekalongan untuk melihat progres tanggul raksasa penahan rob

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pemaparan lokasi penempatan pompa air oleh BBWS kepada Pemkot Pekalongan sebagai langkan penanganan rob di Ruang Kresna Setda setempat, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Balai Besar Wialayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, kunjungi Kota Pekalongan untuk melihat progres tanggul raksasa penahan rob yang terletak di pesisir Kota Batik, Rabu (9/1/2019).

Dikarenakan pengurukan tanggul sudah rampung 100 persen, pihak BBWS akan menambah beberpa pompa air untuk memaksimalkan penangan rob.

Rampungnya pengurukan tanggul hingga ujung Sungai Bremi dirasakan dampaknya oleh warga sekitar.

Adapun Teguh (45) warga Kandang Panjang Kecamatan Pekalongan Utara mengaku, semenjak adanya tanggul air rob tak lagi menggenangi pemukimannya.

“Dulu Perum Korpri Kandang Panjang kerap dilanda rob. Alhamdulillah dengan adanya tanggul kini sudah air tidak masuk,” katanya.

Ia menambahkan, rob yang melanda pemukimannya sangat meresahkan masyarakat dan mengganggu aktivitas warga.

“Biasanya rob datang tak terduga sehingga menyulitkan aktivitas warga, saya berharap rob tak akan kembali menghantui warga Pekalongan Utara lagi,” harapnya.

Terpisah, Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz saat menemui rombongan BBWS di Ruang Kresna Setda setempat mengungkapkan, pihak BBWS akan menuntukan titik pemasangan pompa air guna mamaksimalkan penanganan rob.

“Kedatangan BBWS untuk menentukan tempat-tempat pemasangan pompa, agar menurut estetika tidak mengganggu kinerja tanggul. Mudah-mudahan penempatan pompa bisa menyelsaikan masalah rob di Kota Pekalongan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Ruhban Ruzziatno menjelaskan, rob di Kota Pekalongan sudah tertanggulangi dengan adanya tanggul-tanggul dari tanah. Dan akan lebih efektif jika dilakukan uji coba pengeringan di daerah pintu irigasi menggunakan pompa. 

“Kami sudah melakukan peninjauan, untuk mengantisipasi jika terjadi kebocoran, Sungai Bremi hingga Meduri nantinya akan dipasang 10 pompa air dengan kapasitas masing-masing 2 kubik per dekit. Kami juga sudah melakukan menentukan titiknya agar secara estetika tidak mengganggu kinerja tanggul,” jelasnya.

Menurut Ruhban, pemasangan pompa harus didukung dengan sosialisasi perilaku hidup bersih, dan jangan sampai sampah rumah tangga mengganggu kinerja pompa.

“Peletakkan pompa ini direncanakan sampai akhir 2019, dan kami upayakan percepatan penyelesaian tanggul dan pembangunan rumah pompa,” imbuhnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved